Bersama ini dengan hormat disampaikan perkembangan aktivitas Gunung Kelud (G. Kelud) di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Provinsi Jawa Timur.
I. Pendahuluan
G. Kelud berbentuk strato, secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis terletak pada posisi 7º 56’ 00” LS, 112º 18’ 30” BT dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas G. Kelud dimasa lalu yang terjadi pada tahun 2007, diawali dengan peningkatan aktivitas kegempaan dan diakhiri dengan erupsi efusif pada tanggal 3-4 November 2007. Erupsi tersebut menghasilkan kubah lava di tengah danau kawah dengan volume kubah sebesar 16,2 juta m3.
Aktivitas G. Kelud kembali mulai menunjukkan peningkatan jumlah kegempaan pada Januari 2014, yang didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Vulkanik Dalam (VA). Berdasarkan peningkatan kegempaan vulkanik yang cukup signifikan tersebut, status G. Kelud dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) pada tanggal 2 Februari 2014. Pada tanggal 10 Februari 2014, status aktivitas dinaikkan menjadi Siaga (Level III). Pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 21:15 WIB, status aktivitas dinaikkan menjadi Awas (Level IV) dan kurang lebih 2 jam setelah itu diikuti oleh letusan besar tipe Plinian. Setelah letusan utama aktivitas G. Kelud cenderung terus menurun sehingga pada tanggal 20 Februari 2014 pukul 11.00 WIB, status aktivitas diturunkan menjadi Siaga (Level III), dan pada tanggal 28 Februari 2014 status aktivitas G. Kelud di turunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
II. PENGAMATAN
2.1.VISUAL
Pemantauan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Kelud yang terletak di Desa Margomulyo, Kecamatan Ngancar yang berjarak sekitar 7,5 km dari puncak G. Kelud. Hasil pemantauan secara visual adalah sebagai berikut :
Juni 2014; Cuaca cerah, angin perlahan dari Timur, kelembaban 72-92%, suhu udara 19 - 28°C, gunung jelas. Teramati hembusan asap berwarna putih tipis, tekanan lemah dengan tinggi sekitar 50 meter condong ke arah Barat.
Tanggal 1 – 14 Juli 2014; Cuaca cerah-mendung, angin tenang dari arah Timur, kelembaban 86 - 88%, suhu udara 19 - 27°C, gunung jelas-kabut, asap tidak teramati.
Tanggal 15 – 31 Juli 2014; Cuaca cerah-mendung, angin perlahan dari arah Timur dan Selatan, kelembaban 80 - 93%, suhu udara 17 - 28°C, gunung jelas-kabut, asap tidak teramati.
Tanggal 1 – 7 Agustus 2014 (hingga pukul 06:00 WIB); Cuaca cerah, angin perlahan dari arah Selatan, kelembaban 83 - 90%, suhu udara 18 - 28°C, gunung jelas-kabut, asap tidak teramati.
2.2. KEGEMPAAN
Hasil rekaman kegempaan dari stasiun seismik yang berada di G. Kelud Juni – Agustus 2014 adalah sebagai berikut
Juni 2014, terekam 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 51 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 12 kali Gempa Low Frequency (LF), 3 kali Gempa Hembusan, 10 kali Gempa Tektonik Lokal (TL, dan 149 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 1 – 14 Juli 2014, terekam 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 8 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 (satu) kali Gempa Low Frequency (LF), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 67 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 15 – 31 Juli 2014, terekam 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 9 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 115 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 1 – 7 Agustus 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), terekam 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 28 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Aktivitas vulkanik G. Kelud pasca letusan dicirikan oleh gempa-gempa Vulkanik Dalam (VA), Vulkanik Dangkal (VB), Low Frequency (LF), dan Tektonik Jauh (TJ).
Pada periode bulan Juni – Juli 2014 jumlah gempa vulkanik yang terekam cenderung menurun. Selama bulan Juni 2014 terekam 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 51 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Hembusan, 12 kali Gempa Low Frequency, 10 kali Gempa Tektonik Lokal dan 149 kali Gempa Tektonik Jauh. Selama bulan Juli 2014 terekam 4 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 17 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 (satu) kali Gempa Low Frequency, 5 kali Gempa Tektonik Lokal dan 182 Gempa Tektonik Jauh.
Selama tanggal 1 – 6 Agustus 2014, terekam 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal dan 24 Gempa Tektonik Jauh (Lampiran 1).
2.3 Deformasi
Data deformasi EDM (Elektronik Distance Measurement) dan Tilmeter yang dipasang 2 km dari kawah menunjukkan deflasi yang mengindikasikan tekanan dibawah permukaan G. Kelud terus berkurang dan menuju kesetimbangan. Lampiran 2
III. POTENSI BAHAYA
Daerah yang berpotensi terlanda bahaya letusan G. Kelud terdiri dari 3 (tiga) kawasan, yaitu :
Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) merupakan kawasan yang selalu terancam awan panas, gas racun, lahar letusan, aliran lava, dan kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari pusat erupsi.
Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan lahar letusan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar hujan dan hujan abu lebat dalam radius 5 km dari pusat erupsi.
Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar letusan dalam radius 10 km dari pusat erupsi.
IV. KESIMPULAN
Visual kawah dicirikan hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dari dasar kawah.
Jumlah gempa-gempa vulkanik masih terekam dan cenderung menurun.
Data tiltmeter dan EDM menunjukkan deformasi deflasi
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya G. Kelud maka terhitung tanggal 7 Agustus 2014 pukul 12:00 WIB status aktivitas G. Kelud diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I).
Jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik G. Kelud, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.
V. REKOMENDASI
Sehubungan dengan G. Kelud dalam status Normal (Level I), maka kami rekomendasikan:
Masyarakat di sekitar G. Kelud dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah yang ada di puncak G. Kelud dan tidak diperbolehkan turun ke dasar kawah maupun sungai-sungai yang berhulu dari G. Kelud.
Pemeritah Kabupaten Kediri agar memasang rambu-rambu peringatan dari bahaya yang ada di sekitar area kawah puncak G. Kelud.
Sehubungan dengan masih adanya potensi hujan di sekitar G. Kelud, maka masyarakat di sekitar G. Kelud, terutama yang tinggal dekat sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Kelud agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, KESDM selalu berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD Provinsi) dan SATLAK Kabupaten Kediri, BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Malang dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Kelud
Agar SATLAK Kabupaten Kediri, BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Kelud di Kampung Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.