Saturday, August 16, 2014

Penurunan Status G. Dieng Dari Waspada Menja di Normal, 11 Agustus 2014

Hasil evaluasi kegiatan Gunungapi Dieng (Kawah Timbang) di Provinsi Jawa Tengah.

I. PENDAHULUAN

G. Dieng secara geografis terletak pada 70 54’ LS dan 1090 54’ BT dan secara administrasi termasuk  ke dalam wilayah Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. G. Dieng merupakan suatu komplek gunungapi dan dikenal juga dengan nama Kompleks Dieng. Aktivitas penting di G. Dieng atau Kompleks Dieng dimasa lalu adalah erupsi freatik yang terjadi di Kawah Sileri (K. Sileri) yaitu pada 27 September 2009 pukul 00.05 WIB berupa semburan lumpur dan peningkatan konsentrasi gas CO, CO2 dan H2S.

Pada  tanggal 11 Maret 2013 aktivitas di kawah G. Dieng lainnya, yaitu Kawah Timbang (K. Timbang), meningkat, sehingga pukul 22:00 WIB tingkat aktivitas G. Dieng dinaikkan dari Normal (Level I) ke Waspada (Level II). Tanggal 27 Maret 2013, pukul 23.30 WIB tingkat aktivitas K. Timbang G. Dieng dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Aktivitas vulkanik K. Timbang kembali menurun sehingga pada 8 Mei 2013 tingkat aktivitas diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).

II. PEMANTAUAN

2.1. Visual

Juni 2014, Selama bulan Juni 2014 cuaca umumnya terang, mendung jarang terjadi. Intensitas hujan mulai berkurang dengan 7 kali kejadian hujan gerimis deras, angin bertiup lemah sampai kencang dari arah utara, selatan, dan timur. Suhu udara minimum pagi hari 12 oC dan maksimum siang hari 25oC.
Gas beracun paling tinggi terdeteksi di Kawah Timbang dan Kawah Sinila II. Hal ini ditandai dengan masih tingginya konsentrasi gas CO2 dan H2S disekitar kawah tersebut, asap yang disertai gas beracun dari K. Timbang dari tanggal 1 – 30 Juni 2014  tidak tampak adanya aliran gas hanya berkonsentrasi pada sekitar lubang, Big Pump multi gas K. Timbang mengalami kendala sehingga data tidak sepenuhnya terkirim.

Juli 2014, cuaca umumnya terang hingga mendung, angin bertiup tenang dari arah utara dan selatan, suhu udara berkisar 10 - 23oC.
Gas beracun paling tinggi terdeteksi di K. Timbang dan K. Sinila II. Hal ini ditandai dengan masih tingginya konsentrasi gas CO2 dan H2S disekitar kawah tersebut, asap yang disertai gas beracun dari K. Timbang dari tanggal 1 – 31 Juli 2014  tidak tampak adanya aliran gas hanya berkonsentrasi pada sekitar lubang, Big Pump multi gas kawah Timbang mengalami kendala sehingga data tidak sepenuhnya terkirim.

Tanggal 1 – 11 Agustus  2014 (sampai dengan pkl. 06.00 WIB), cuaca umumnya cerah hingga mendung, angin bertiup tenang, suhu berkisar 12 – 24oC.
Gas beracun paling tinggi terdeteksi di K. Timbang dan K. Sinila II. Hal ini ditandai dengan masih tingginya konsentrasi gas CO2 dan H2S disekitar kawah tersebut, asap yang disertai gas beracun dari K. Timbang dari tanggal 1 – 10 Agustus 2014  tidak tampak adanya aliran gas hanya berkonsentrasi pada sekitar lubang, Big Pump multi gas kawah Timbang mengalami kendala sehingga data tidak sepenuhnya terkirim.

2.2. Kegempaan

Pemantauan kegempaan di G. Dieng adalah sebagai berikut :

Juni 2014, terekam 20 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 9 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 1 – 14 Juli 2014, terekam 6 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 5 kali  Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 15 – 31 Juli 2014, terekam 6 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA),  dan 21 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 4 kali  Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 1 – 11 Agustus 2014 (sampai pkl. 06.00 WIB), terekam 1 (satu) Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ)
Selama periode Periode bulan Juni – Agustus 2014 gempa yang terekam adalah Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Gempa Tektonik Lokal (TL), dan Gempa Tektonik Jauh (TJ), dengan didominasi Gempa Vulkanik Dalam (Lampiran 1).

Jumlah Kegempaan, cenderung berfluktuasi, selama Juni – Agustus 2014, pada bulan Juni 2014, terekam 20 kali Vulkanik Dalam (VA), 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 9 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).

Pada bulan Juli 2014, terekam 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 24 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 9 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).

Pada tanggal 1 – 11 Agustus 2014, hanya terekam 1 (satu) Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ). (Lampiran 1).

III. POTENSI BAHAYA

Kawasan Rawan Bencana III

Kawasan Rawan Bencana III adalah kawasan yang berpotensi keluarnya gas racun terkena endapan base surge, hujan lumpur dan aliran lumpur. Penyebaran kawasan ini meliputi daerah di sekitar Kawah Timbang, Telaga Nila dan Sumur Jalatunda. Di sekitar Kawah Timbang banyak dijumpai pemunculan gas racun di sepanjang rekahan yang berarah relatif utara-selatan, yaitu di sekitar Kawah Timbang, Kali Tempurung dan Kali Putih. Luas daerah ini sekitar 4,06 km2. Kawasan ini tidak lagi dihuni oleh penduduk setelah kejadian letusan Kawah Sinila pada tahun 1979. Jalan beraspal yang menghubungkan Desa Pekasiran dan Desa Serang sudah tidak dipergunakan lagi. Sebagai alternatif telah dibuka jalan yang melewati Dusun Kaliputih – Desa Sumber dan Dusun Serang yang terletak di sebelah selatan jalan lama. Daerah ini oleh Pemda melalui surat Gubernur Jawa Tengah tidak boleh dihuni kembali.

Kawasan Rawan Bencana II

Kawasan Rawan Bencana II adalah kawasan yang berpotensi terkena lontaran batu, base surge, hujan lumpur dan aliran lahar.  Kawasan ini meliputi lereng baratdaya Kawah Timbang, di selatan berupa lembah yang cukup lebar yang wilayahnya melintasi sebagian jalan yang menghubungkan Dusun Kaliputih-Desa Sumber sampai cabang Kali Putih, di sebelah utara Sinila serta di sebelah timur Sumur Jalatunda.

Daerah yang termasuk kawasan ini adalah Dusun Kali Putih yang termasuk Desa Sumberrejo. Jumlah penduduk Suberrejo sebanyak 5243 jiwa. Di Kecamatan Kejajar terdapat tiga desa yang berada dalam kawasan ini, yaitu Desa Parikesit, Desa Jojogan dan Desa Sembungan masing berpenduduk 1958, 1274 dan 1116 jiwa.

Kawasan Rawan Bencana I

Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang diperkirakan sebagai perluasan dari Kawasan Rawan Bencana II. Apabila terjadi letusan yang semakin besar. Kawasan ini berpotensi terlanda base surge, hujan lumpur dan aliran sungai yang melewati Desa Batur, di lembah sungai yang melintasi Desa Sumberrejo dan lembah sepanjang Kali Puith yang terletak di sektor baratdaya dan selatan Kawah Timbang. Sedangkan di bagian Timur Kawah Timbang meliputi daerah sepanjang aliran sungai yang ada di sebelah barat Pasurenan.

IV. KESIMPULAN

Hasil pemantauan secara visual menunjukkan tidak teramati aliran gas dalam konsentrasi tinggi dari Kawah Timbang.
Hasil pemantauan kegempaan sejak Juni – Agustus 2014 jumlah kegempaan berfluktuatif dan terus menurun.
Sehubungan dengan kegiatan G. Dieng hingga tanggal 11 Agustus 2014, Pukul 08.00 WIB  maka tingkat aktivitas G. Dieng diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I).
Jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik G. Dieng, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamanny
V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Dieng Normal, maka direkomendasikan sebagai berikut:

Masyarakat tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang, karena adanya ancaman bahaya gas CO2 dan H2S yang berbahaya bagi kehidupan.
Masyarakat agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari 1 (satu) meter karena dari tempat tersebut masih berpotensi terancam bahaya gas CO2 dan H2S.
Masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas  G. Dieng. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Banjarnegara, Pemkab Wonosobo dan Pemkab Batang tentang aktivitas G. Dieng. Masyarakat selalu mengikuti arahan dari dari SATLAK PB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah Daerah setempat dapat berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Dieng, dengan alamat Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Telp. 02863342202, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung
Lampiran 1 :

Selama periode Periode bulan Juni – Agustus 2014 gempa yang terekam adalah Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Gempa Tektonik Lokal (TL), dan Gempa Tektonik Jauh (TJ), dengan didominasi Gempa Vulkanik Dalam (Lampiran 1).

Jumlah Kegempaan, cenderung berfluktuasi, selama Juni – Agustus 2014, pada bulan Juni 2014, terekam 20 kali Vulkanik Dalam (VA), 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 9 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).

Pada bulan Juli 2014, terekam 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 24 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 9 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).

Pada tanggal 1 – 11 Agustus 2014, hanya terekam 1 (satu) Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 2 kali gempa Tektonik Jauh  (TJ).