I. PENDAHULUAN
Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Maluku Utara. Secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara, sedangkan secara geografi puncaknya terletak pada 0o 48’ Lintang Utara dan 127o 19’ 30” Bujur Timur, dengan ketinggian 1715 meter di atas permukaan laut.
Erupsi terakhir G. Gamalama terjadi pada Desember 2011, dipicu oleh terjadinya rangkaian gempa-gempa Tektonik Lokal yang diikuti oleh kemunculan gempa-gempa vulkanik. Rangkaian erupsi berakhir pada Januari 2012 dan tingkat aktivitas G. Gamalama diturunkan menjadi Waspada (Level II)sejak tanggal 24 Januari 2012 pukul 14:00 WIT.
Erupsi G. Gamalama umumnya mempunyai tanda-tanda yang mengawali letusan (precursor) yang sangat singkat. Kemunculan gempa-gempa vulkanik tidak banyak namun dapat diikuti oleh letusan yang bersifat freatik - freatomagmatik. Kemunculan gempa-gempa vulkanik umumnya diawali oleh aktivitas tektonik regional dan diikuti oleh kejadian gempa-gempa Tektonik Lokal. Karakteristik ini juga teramati pada letusan G. Gamalama pada tahun 1995 dan 2011.
Pada periode November - Desember 2014, terjadi beberapa kali gempa tektonik di kawasan Laut Maluku dengan skala mencapai 6 MMI, tetapi hal ini tidak secara langsung memicu peningkatan kegempaan G. Gamalama.
II. HASIL PEMANTAUAN
2.1. Visual
Pemantauan secara visual aktivitas vulkanik G. Gamalama dilakukan dari arah Pos PGA Gamalama di Desa Sabia Belakang, Kota Ternate. Pengamatan secara langsung dengan menggunakan CCTV selama kurun waktu 12 - 18 Desember 2014 adalah sebagai berikut :
- Tanggal 12 - 14 Desember 2014
Cuaca cerah - berawan, angin tenang, gunung tertutup kabut. Asap hembusan berwarna putih sedang, tinggi lk. 10 - 25 m dari atas puncak.
- Tanggal 15-16 Desember 2014
Cuaca cerah - berawan, angin tenang. Gunung tertutup kabut, jika cuaca cerah teramati asap hembusan berwarna putih sedang, tinggi lk. 25 - 50 m dari atas puncak.
- Tanggal 17 Desember 2014
Cuaca cerah - berawan, angin tenang. Teramati asap hembusan berwarna putih sedang - tebal dengan tinggi lk. 50-100 m dari puncak.
- Tanggal 18 Desember 2014
Terjadi letusan pada pukul 22:41:00 WIT, tinggi kolom letusan lk. 2000 m condong ke arah timur.
2.2. Kegempaan
Pemantauan kegempaan dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) stasiun seismik kontinyu yang dipasang di sekitar G. Gamalama. Hasil pemantauan selama kurun waktu 12 - 17 Desember 2014 adalah sebagai berikut :
- Tanggal 12 Desember 2014 : terekam 15 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 1-22 mm, S-P 11-37 detik dan lama gempa 42-128 detik. 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 17 mm, S-P 0,74 detik dan lama gempa 14 detik. 4 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 1-2 mm dan lama gempa 27-57 detik .
- Tanggal 13 Desember 2014 : terekam 13 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 1-42 mm, S-P 11-37 detik dan lama gempa 32-174 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo maksimum 19 mm, S-P 8 detik dan lama gempa 33 detik. 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 20 mm, S-P 0,63 detik dan lama gempa 13 detik. 2 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 1-7 mm, dan lama gempa 11-30 detik.
- Tanggal 14 Desember 2014 : terekam 12 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 0,5-41 mm, S-P 12-21 detik dan lama gempa 24-41 detik.
- Tanggal 15 Desember 2014 : terekam 12 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 1-41 mm, S-P 13-23 detik dan lama gempa 34-120 detik, 1 kali Gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo maksimum 4 mm, S-P 7 detik dan lama gempa 34 detik. 4 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 0,5-1,5 mm dan lama gempa 10-50 detik.
- Tanggal 16 Desember 2014 : terekam 16 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 0,5-41 mm, S-P 10-29 detik dan lama gempa 40-112 detik. 1 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 0,5 mm dan lama gempa 21 detik.
- Tanggal 17 Desember 2014 : terekam 10 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo maksimum 2-43 mm, S-P 10-29 detik dan lama gempa 35-205 detik. 2 kali Gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo maksimum 10-38 mm, S-P 5-9 detik dan lama gempa 17-43 detik, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 2-21 mm, S-P 0,65-0,87 detik dan lama gempa 11-16 detik dan 4 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 1,5-2 mm, lama gempa 9-51 detik.
- Tanggal 18 Desember 2014 :
Pukul 00:00 – 06:00 : terekam 5 kali Gempa Tektonik Jauh.
Pukul 06:00 – 12:00 : terekam 5 kali Gempa Tektonik Jauh, 1 kali Gempa Hembusan, dan 1 kali Getaran Banjir pada pukul 09:00-10:05 WIT.
Pukul 12:00 – 18:00 : terekam 2 kali Gempa Tektonik Jauh dan 2 kali Gempa Vulkanik Dalam.
Pukul 18:00 – 22:00 : terekam 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo maksimum 2,5-36 mm, 6 kali Gempa Hembusan dengan amplitudo maksimum 3-5 mm, Tremor menerus sejak pukul 22:09:59 WIT dengan amplitudo maksimum 5-39 mm, dan 1 kali Gempa Letusan pada pukul 22:41:00 WIT dengan amplitudo maksimum 45 mm dan lama gempa 122 detik.
III. ANCAMAN BAHAYA
Berdasarkan karakter letusannya maka ancaman bahaya letusan G. Gamalama adalah berupa lontaran batu pijar, jatuhan hujan abu dan lahar, aliran dan guguran lava, awan panas, dan gas beracun.
Kawasan Rawan Bencana G. Gamalama terdiri dari tiga kawasan, yaitu:
1. Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) adalah kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), serta kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.
2. Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan guguran lava, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi.
3. Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar/banjir dan kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava, serta kawasan yang rawan terhadap hujan abu dan kemungkinan dapat tertimpa lontaran batu (pijar) dalam radius 3.5 km dari pusat erupsi.
IV. KESIMPULAN
- Dalam kurun 12 - 17 Desember 2014 terjadi kemunculan gempa-gempa Vulkanik dan Tektonik Lokal namun dengan dengan jumlah yang relatif tidak signifikan. Kemunculan rantai gempa tektonik di kawasan Laut Maluku kemungkinan berkontribusi pada peningkatan aktivitas G. Gamalama sehingga terjadi letusan pada 18 Desember 2014 pukul 22:41:00 WIT. Sifat letusan ini masih memiliki kemiripan dengan sifat umum letusan G. Gamalama sebelumnya dimana kenaikan jumlah gempa menjelang letusan tidak signifikan.
- Hingga saat ini masih terekam tremor menerus dengan amplitudo 1-7 mm.
- Berdasarkan analisis data visual dan instrumental sebagaimana diuraikan di atas, maka tingkat aktivitas G. Gamalama dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung mulai tanggal 18 Desember 2014 pukul 23.00 WIT.
Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Gamalama secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat aktivitas dan ancamannya.
V. REKOMENDASI
Sehubungan dengan status kegiatan G. Gamalama SIAGA maka direkomendasikan :
Masyarakat di sekitar G. Gamalama diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Gamalama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota.
Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G. Gamalama dalam radius 2.5 km.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar terutama jika terjadi hujan di kawasan puncak/lereng bagian atas G. Gamalama.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kota Ternate tentang aktivitas G. Gamalama.
Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Gamalama di Desa Sabia Belakang, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi di Bandung.
LAMPIRAN
GRAFIK KEGEMPAAN G. GAMALAMA, JANUARI - DESEMBER 2014 dan KRB G. GAMALAMA