Monday, December 29, 2014

Peningkatan Tingkat Aktivitas G. Soputan, Sulawesi Utara Dari Waspada (level II) Menjadi Siaga (level III) 26 December 2014

I. Pendahuluan
Gunungapi Soputan merupakan gunungapi strato yang terletak pada posisi geografis 1°06’30” Lintang Utara dan 124°44’00” Bujur Timur. Secara administratif berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Ketinggian G. Soputan sekitar 1784 m di atas muka laut.
Aktivitas vulkanik G. Soputan dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava yang terus bertambah sejak tahun 1991. Pertumbuhan kubah lava tersebut sering diiringi dengan letusan abu. Dalam status Waspada (Level II), kegiatan G. Soputan dicirikan oleh hembusan asap di tubuh kubah lava.
Tanggal 25 Mei 2012, aktivitas visual dan kegempaan G. Soputan menunjukan peningkatan yang signifikan yang ditandai oleh terekamnya Gempa Guguran dan Vulkanik Dalam (VA) dalam jumlah besar. Karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, maka pada tanggal 28 Mei 2012 status kegiatan G. Soputan dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Pada tanggal 26 Juni 2012 status kegiatan vulkanik G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Sejak tanggal 23 Agustus 2012 terjadi peningkatan yang signifikan pada jumlah Gempa Guguran dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik maka pada tanggal 26 Agustus 2012 pukul 20:00 WITA status kegiatan G. Soputan dinaikan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Tanggal 27 November 2012 pukul 17:00 WITA status kegiatan G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Peningkatan kegiatan G. Soputan terkahir kali terjadi pada tanggal 19 April 2013 dan status G. Soputan dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) dan kembali diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II) pada bulan Juli 2013. Pada 1 Mei 2014 tingkat aktivitas G. Soputan ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pukul 11:00 WITA. Pada tanggal 7 Agustus 2014, pukul 12.00 WITA tingkat aktivitas G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
II. Visual
Pemantauan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi Soputan yang berada di Desa Silian Tiga, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara berjarak sekitar 10 km dari pusat aktivitas (puncak G. Soputan), cuaca di sekitar Pos Pengamatan Gunungapi Soputan pada periode 1 – 25 Desember 2014, umumnya cerah berawan hingga mendung, angin umumnya bertiup dari arah timur, barat  dan baratlaut. Suhu udara terukur 20 – 32°C, hujan gerimis hingga deras.  Visual Gunungapi Soputan jelas hingga tertutup kabut, pada saat jelas  teramati hembusan asap berwarna putih tipis – sedang, dengan tinggi berkisar antara 50 - 200 meter di atas puncak dengan tekanan lemah. Pada malam hari tidak terlihat adanya api diam.
III. Kegempaan
Hasil pengamatan kegempaan yang terjadi di G. Soputan dari tanggal 1 Desember 2014 hingga 25 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Tanggal 1 - 7 Desember 2014, terekam 12 kali Gempa Guguran, 11 kali Gempa Hembusan, 3 kali gempa Fasa Banyak, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 28 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 8 – 9 Desember 2014, terekam 7 kali Gempa Guguran, 4 kali Gempa Hembusan, 1 kali gempa Fasa Banyak, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 10 – 11 Desember 2014, terekam 7 kali Gempa Guguran, 1 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 13 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 12 – 13 Desember 2014, terekam 24 kali Gempa Guguran, 4 kali Gempa Hembusan, 2kali gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 7 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 14 – 15 Desember 2014, terekam 24 kali Gempa Guguran, 21 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 7 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 16 – 17 Desember  2014, terekam 48 kali Gempa Guguran, 43 kali Gempa Hembusan, 1 kali gempa Low Frequency, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 23 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 18 - 19 Desember  2014, terekam 55 kali Gempa Guguran, 62 kali Gempa Hembusan, 1 kali gempa Low Frequency, 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 5 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 20 - 21 Desember  2014, terekam 53 kali Gempa Guguran, 82 kali Gempa Hembusan, 2 kali gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 19 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 22-23 Desember 2014, terekam 87 kali Gempa Guguran, 175 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 12 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Tanggal 24 Desember 2014, terekam 72 kali Gempa Guguran dengan amplituda maksimum 4 - 41 mm dan lama gempa 10 - 170 detik. 275 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 8 – 41 mm dan lama gempa 10 - 48 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplituda maksimum 4 mm dan lama gempa 42 detik. 16 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 10 mm dan lama gempa 2.5 - 10 detik. 13 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksmimum 21 - 40 mm, lama gempa 8 - 17 detik, dan S – P 0.5 - 1 detik. 3 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplitude maksmimum 2 – 41 mm dan lama gempa 115 - 225 detik.
Tanggal 25 Desember 2014
Pukul 00:00-06.00 WITA: terekam 10 kali Gempa Guguran dengan amplituda maksimum 5 - 41 mm dan lama gempa 12 - 150 detik. 77 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 8 - 41 mm dan lama gempa 12 - 45 detik. 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 6 - 10 detik. 11 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksmimum 15 - 36 mm, lama gempa 10 - 18 detik, dan S – P 0.5 - 1 detik.
Pukul 06:00-12:00 WITA: terekam 18 kali Gempa Guguran dengan amplituda maksimum 6 - 34 mm dan lama gempa 14 - 72 detik. 128 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 8 - 41 mm dan lama gempa 10 - 40 detik. 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 7.5 - 10 detik. 7 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 24 - 36 mm, lama gempa 10 - 14 detik, dan S – P 0.5 – 1.5 detik.
Pukul 12:00-18:00 WITA: terekam 21 kali Gempa Guguran dengan amplituda maksimum 5 - 30 mm dan lama gempa 14 - 70 detik. 86 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 8 - 41 mm dan lama gempa 13 - 53 detik. 12 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 7 - 13 mm dan lama gempa 5.5 - 10 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 19 - 34 mm, lama gempa 10 - 15 detik, dan S – P 0.5 – 1.0 detik.
Pukul 18:00-24:00 WITA: terekam 24 kali Gempa Guguran dengan amplituda maksimum 7 - 39 mm dan lama gempa 14 - 96 detik. 78 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 10 - 41 mm dan lama gempa 10 - 40 detik. 10 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 7 - 12 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 20 - 38 mm, lama gempa 9 - 13 detik, dan S – P 0.5 – 1.0 detik.
Pengukuran amplituda spektra seismik (SSAM) di stasiun seismik SOP, WNR dan SLN menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan yang cukup signifikan dalam dua (2) minggu terakhir. Meskipun demikian, peningkatan perlahan ini dapat mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di sistem magmatik G. Soputan
IV. Evaluasi
Berdasarkan hasil pengamatan visual terhadap G. Soputan teramati asap berwarna putih tipis – sedang, tinggi berkisar  50 - 200 m. Pada malam hari tidak tampak adanya api diam di puncak.
Kegempaan G. Soputan menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada Gempa Hembusan dan Gempa Guguran dalam 9 hari terakhir (16 – 24 Desember 2014). Kejadian Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal mulai meningkat dan gempa Drumbeat yang dapat mengindikasikan dorongan/pertumbuhan kubah lava sudah teramati sejak tanggal 24 Desember 2014. Gempa low frequency yang mengindikasikan aliran fluida ke permukaan mulai terekam pada rentang waktu 8 – 23 Desember 2014. Gempa-gempa guguran ini merupakan salah satu ciri dari aktivitas G. Soputan yang mengindikasikan kegiatan di bagian puncak.
V.   Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis pemantauan kegempaan dan visual, maka terhitung tanggal 26 Desember 2014 pukul 03:00 WITA, tingkat aktivitas G. Soputan dinaikan dari Waspada (Level II)menjadi Siaga (Level III).
Pemantauan secara intensif  masih terus dilakukan guna mengevaluasi aktivitas G. Soputan serta pemberian informasi tentang ancaman bahaya erupsi G. Soputan secara intensif terus dilakukan agar masyarakat di sekitar G. Soputan memahaminya.
Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan secara signifikan dari aktivitas vulkanik G. Soputan secara signifikan, maka tingkat aktivitasnya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat aktivitas dan ancamannya.
VI. Potensi Bahaya
Potensi bahaya G. Soputan dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Pertumbuhan kubah lava dimulai sejak tahun 1991, hingga meluber keluar dari bibir kawah menyebabkan sering terjadi guguran lava, dengan jarak luncur sekitar 2 hingga 6,5 km dari puncak ke arah barat, penduduk terdekat berada pada berjarak 8 km dari puncak.
Pada saat musim hujan dapat terjadi pembentukan uap dari air hujan oleh kubah lava yang masih panas, sehingga terjadi letusan sekunder, berupa letusan freatik (letusan uap) yang dapat memicu guguran kubah lava dan awan panas guguran (tipe Karangetang).
Ancaman bahaya letusan G.  Soputan bagi penduduk relatif kecil, karena permukiman dan aktivitas penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak. Tercatat pada Juni 2008, terjadi luncuran awan panas mencapai 6,5 km dari puncak.
Ancaman terbesar di daerah perkemahan (camping ground) di lereng timur laut berjarak sekitar 3 sampai 4 km dari puncak G. Soputan.
Menurut catatan sejarah aktivitas letusan Soputan umumnya bersifat eksplosif dengan pusat aktivitas di puncak. Tercatat beberapa kejadian aliran lava, awan panas dan pertumbuhan kubah lava. Pada saat ini G. Soputan memiliki endapan abu di lereng sebelah timur dan tenggara, apabila terjadi hujan lebat akan mengakibatkan aliran lahar diataranya ke arah bantaran S. Popang, S. Kawangkoan, S Lowian, S. Pinamangkolan, S. Ranowangko, S. Pontu, Royongan Saluwangko, Royongan Walewangko, Kuala Kaluya dan Kuala Palaus. Potensi bahaya lainnya ialah guguran lava yang masih sering terjadi di sekitar tubuh gunungapi, umumnya guguran terjadi di bagian utara. Yang harus diwaspadai selanjutnya ialah jika terjadi guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran ke arah Silian, karena bukaan kawahnya menuju ke daerah tersebut.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan peningkatan tingkat aktivitas G. Soputan menjadi Siaga, kami merekomendasikan sebagai berikut :
Masyarakat agar tidak beraktifitas pada radius sekitar 6.5 km dari puncak G. Soputan, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran.
Untuk masyarakat yang bermukim diluar radius 6.5 km dari puncak G. Soputan tidak perlu dilakukan pengungsian.
Dilarang melakukan pendakian ke puncak dan tidak melakukan aktivitas pada dan sekitarcamping ground.
Mewaspadai terjadinya ancaman banjir lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Pentu, S. Lawian dan S. Popang.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan.
Masyarakat di sekitar G. Soputan diharap tenang, tidak terpancing isu-isu letusan G. Soputan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BNPB,  Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara tentang aktivitas G. Soputan. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Soputan di Silian Tiga, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Untuk Informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022)  7272606  di Bandung (Provinsi Jawa Barat).
soputanVA2014
soputanVB2014
soputan_HB2014
soputanLF2014
soputanTanahnTilt
soputanEnergi2014

soputanKRB2014