I. Pendahuluan
- Gunungapi Colo merupakan gunungapi strato dan berdanau kawah yang terletak pada posisi geografis 0°10’00” Lintang Selatan dan 121°36.5’00” Bujur Timur, dengan ketinggian 508 meter diatas permukaan laut. Secara administratif berada di Kabupaten Tojo Unauna, Provinsi Sulawesi Tengah.
- Gunungapi Colo dipantau secara visual dan instrumental secara kontinyu dari Pos Pengamatan Gunungapi Colo yang berada di Desa Wakai, Kecamatan Unauna, Kabupaten Tojo Unauna, Provinsi Sulawesi Tengah.
- Aktivitas vulkanik Gunungapi Colo dicirikan dengan terekamnya gempa-gempa jenis Vulkanik Dalam (VA) dan gempa Vulkanik Dangkal (VB).
- Erupsi terakhir Gunungapi Colo terjadi pada tanggal 23 Juli 1983. Letusan eksplosif yang dahsyat ini disertai dengan awan panas ke arah tenggara dan baratdaya. Salah satu prekursor dari letusan terakhir ini adalah terjadi gempa terasa sebanyak 30 – 40 kejadian sejak tanggal 8 Juli 1983 hingga menjelang letusan.
II. Visual
Hasil pengamatan visual G. Colo dari 1 April hingga 23 Juni 2015:
- April 2015
Keadaan cuaca Gunungapi Colo selama bulan April 2015 umumnya cerah hingga mendung, dan sesekali hujan dengan intensitas gerimis hingga deras. Angin bertiup dari barat dengan kecepatan lemah hingga kencang. Suhu udara berkisar antara 27oC – 33oC. Kelembaban udara berkisar 55% - 67,5%. Gunungapi Colo seringkali tertutup kabut. Pada saat jelas, asap kawah tidak teramati.
- Mei 2015
Keadaan cuaca Gunungapi Colo selama bulan Mei 2015 umumnya cerah hingga mendung, dan sesekali hujan dengan intensitas gerimis hingga deras. Angin bertiup dari barat dengan kecepatan lemah hingga kencang. Suhu udara berkisar antara 28oC – 33,2oC. Kelembaban udara berkisar 570% - 75%. Gunungapi Colo seringkali tertutup kabut. Pada saat jelas, asap kawah tidak teramati.
- 1 – 23 Juni 2015
Keadaan cuaca Gunungapi Colo umumnya cerah hingga mendung, dan sesekali hujan dengan intensitas gerimis hingga deras. Angin bertiup dari barat dengan kecepatan lemah hingga kencang. Suhu udara berkisar antara 27,3oC – 36,7oC. Kelembaban udara berkisar 40% - 72%. Gunungapi Colo seringkali tertutup kabut. Pada saat jelas, asap kawah tidak teramati.
III. Kegempaan
Berikut disampaikan hasil pengamatan kegempaan yang terjadi di G. Colo dari tanggal 1 April hingga 23 Juni 2015:
- Bulan April 2015, terekam 15 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Bulan Mei 2015, terekam 6 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 9 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 6 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 17 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 – 7 Juni 2015, terekam 5 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 5 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan 4 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 8 – 14 Juni 2015, terekam 16 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 15 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 18 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 15 – 22 Juni 2015, terekam 30 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 33 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 11 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 23 Juni 2015, terekam 9 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 11 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 1 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
IV. Evaluasi
Hasil pemantauan kegempaan G. Colo menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya gempa Vulkanik Dalam (VA) dan gempa Vulkanik Dangkal (VB), sejak tanggal 8 Juni 2015. Jumlah gempa Vulkanik Dalam (VA) pada tanggal 22 Juni 2015 cukup tinggi yaitu 12 kejadian, yang sebelumnya hanya merekam 1 – 5 kejadian perhari. Jumlah gempa Vulkanik Dangkal (VB) pada tanggal 23 Juni 2015 sebanyak 11 kejadian, yang sebelumnya merekam 1 – 8 kejadian perhari. Gempa jenis ini dapat mengindikasikan proses peretakkan batuan di dalam tubuh gunungapi akibat tekanan magma ke permukaan. Kegempaan lainnya yang terekam adalah gempa Tektonik Jauh (TJ) dan gempa Tektonik Lokal (TL).
Secara visual hingga saat ini tidak terlihat perubahan yang signifikan. Asap kawah tidak teramati.
V. Kesimpulan
- Sejak bulan Mei hingga tanggal 23 juni 2015, aktivitas kegempaan G. Colo cenderung menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, meskipun secara visual tidak tampak adanya perubahan yang signifikan.
- Berdasarkan hasil analisis data kegempaan dan visual, maka terhitung tanggal 24 Juni 2015 pukul 12:00 WITA tingkat aktivitas G. Colo dinaikan dari ”Normal”(Level I) menjadi “Waspada” (Level II).
VI. Potensi Bahaya
Potensi bahaya G. Colo adalah sebagai berikut:
- Secara historis letusan-letusan yang terjadi di G. Colo bersifat magmatik-eksplosif disertai dengan aliran awanpanas, utamanya ke arah tenggara dan baratdaya.
- Menurut catatan sejarah aktivitas letusan G. Colo umumnya bersifat eksplosif yang disertai dengan awan panas dengan pusat aktivitas di puncak. Wilayah yang paling terancam bahaya jatuhan maupun aliran piroklastik sehingga perlu sangat diwaspadai utamanya adalah tubuh gunungapi tenggara baratdaya. Wilayah di bagian timurlaut hingga tenggara juga memiliki ancaman bahaya, berupa aliran lahar.
- Data-data pengamatan mengindikasikan bahwa saat ini, G. Colo memilki potensi untuk mengalami letusan freatik (uap air) hingga letusan freatomagmatik (uap air yang berinteraksi dengan magma) secara tiba-tiba, meskipun tidak dapat dipastikan kapan akan terjadinya.
- Saat ini sudah banyak penduduk yang bermukim di tepi pantai Pulau Unauna bagian timurlaut hingga tenggara. Wilayah tersebut termasuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana 1 (terlampir) yang berpotensi terkena hujan abu lebat, material pijar dan perluasan awan panas Hujan abu lebat dapat melanda wilayah-wilayah disekitar G. Colo dan sebarannya bergantung pada arah dan kecepatan angin. Wilayah sebelah timurlaut hingga tenggara dapat terlanda material pijar dan perluasan awan panas apabila terjadi letusan yang membesar.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan peningkatan tingkat aktivitas G. Colo menjadi WASPADA (Level II), direkomendasikan sebagai berikut :
- Masyarakat dan pengunjung agar tidak beraktivitas didalam radius 1,5 km dari puncak G. Colo dari puncak G. Colo.
- Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan.
- Masyarakat di sekitar G. Colo diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu letusan G. Colo. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Tojo Unauna dan Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna mengenai aktivitas G. Colo.
- Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Colo di Desa Wakai, Kec. Unauna, Kab. Tojo Unauna atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
- Untuk Informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat).
LAMPIRAN.
1. Gempa Harian G. Colo 1 Januari 2015 – 23 Juni 2015
2. Peta Kawasan Rawan Bencana G. Colo