Saturday, July 25, 2015

Penurunan Tingkat Aktivitas Gunungapi Soputan Dari Siaga (level Iii) Menjadi Waspada (level Ii) 3 Juli 2015

I.      Pendahuluan
  1. Secara geografis, G. Soputan terletak pada posisi koordinat 1o06’30” LU dan 124o44’00” BT. Puncak G. Soputan berada pada ketinggian 1784 m di atas permukaan laut.
  2. Secara administratif G. Soputan termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.
  3. G. Soputan diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Silian Tiga, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
  4. Sejarah perkembangan tingkat aktivitas gunungapi:
    1. Pada 1 Mei 2014 pukul 11:00 WITA, tingkat aktivitas G. Soputan dinaikan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Hal inididasari oleh peningkatan jumlah kegempaan dan hasil pengamatan visual G. Soputan.
    2. Pada 7 Agustus 2014 pukul 12:00 WITA tingkat aktivitas G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Hal ini didasari oleh hasil pengamatan visual serta jumlah kegempaan G. Soputan yang cenderung menurun.
    3. Pada 26 Desember 2014 pukul 03:00 WITA, tingkat aktivitas G. Soputan dinaikan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Hal ini didasari oleh peningkatan jumlah kegempaan dan hasil pengamatan visual G. Soputan.
    4. Dalam tingkat aktivitas SIAGA (Level III), telah terjadi 8 kali kejadi letusan dengan ketinggian kolom abu berkisar 1500 – 6500 meter. Teramati aliran lava dengan jangkauan maksimum 2500 meter ke arah barat-baratdaya dan guguran lava dengan jangkauan maksimum 1000 meter ke arah utara dan baratdaya.
II. Visual
  1. Pada bulan April 2015: Cuaca cerah hingga mendung, hujan gerimis hingga deras. Angin tenang hingga sedang dari barat dan timur. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas. Ketika gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis hingga sedang dengan tinggi sekitar 50 - 300 m di atas bibir kawah.
  2. Pada bulan Mei 2015: Cuaca cerah hingga mendung, hujan gerimis hingga deras. Angin tenang hingga kencang dari barat dan timur. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas. Ketika gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis hingga sedang dengan tinggi sekitar 25 - 250 m di atas bibir kawah.
  3. Pada bulan Juni 2015: Cuaca cerah hingga mendung, hujan gerimis hingga deras. Angin tenang hingga kencang dari barat, timur dan selatan. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas. Ketika gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 25 - 750 m di atas bibir kawah.
  4. Pada rentang waktu 1 – 3 Juli 2015: Cuaca cerah, angin lemah hingga kencang dari timur dan selatan.  Gunungapi tertutup kabut hingga jelas. Ketika tampak jelas, teramati asap putih tipis dengan tinggi sekitar 25 - 50 m di atas bibir kawah.
III. Instrumental
  1. Kegempaan
Hasil pengamatan kegempaan yang terjadi di G. Soputan dari bulan April hingga 3 Juli 2014 pukul 06:00 WITA adalah sebagai berikut:
1. Tanggal 1 – 30 April 2015, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0,5 – 20 mm, 1717 kejadian Gempa Guguran, 665 kejadian Gempa Hembusan, 130 kejadian Gempa Tremor Harmonik, 16 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 41 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 218 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kejadian Gempa Terasa dan 67 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
2. Tanggal 1 – 31 Mei 2015, terekam 1115 kejadian Gempa Guguran, 558 kejadian Gempa Hembusan, 3 kejadian Gempa Tremor Harmonik, 4 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 2 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 126 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 65 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
3. Tanggal 1 – 10 Juni 2015, terekam 305 kejadian Gempa Guguran, 133 kejadian Gempa Hembusan, 1 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 40 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 17 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
4. Tanggal 11 – 20 Juni 2015, terekam 322 kejadian Gempa Guguran, 125 kejadian Gempa Hembusan, 6 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 2 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 23 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 20 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
5. Tanggal 21 – 30 Juni 2015, terekam 363 kejadian Gempa Guguran, 135 kejadian Gempa Hembusan, 2 kejadian Gempa Low Frequency (LF), 1 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 27 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 20 kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
6. Tanggal 1 – 3 Juli 2015, terekam 68 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum  4 - 41 mm dan lama gempa 6 - 125 detik. 21 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum  13 - 42 mm dan lama gempa 8 – 30 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplituda maksimum 8 mm dan lama gempa 40 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 22 - 40 mm, S-P 0,5 - 1 detik dan lama gempa 8 - 19 detik. 6 kali gempa Tektonik Jauh (TJ)  dengan amplituda maksimum 4 - 42 mm dan lama gempa 20 - 100 detik.
  1. RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) 
Data RSAM periode April – 3 Juli 2015 cenderung fluktuatif dan lebih rendah dibandingkan pada periode letusan, bulan Januari – Maret 2015. Meskipun data RSAM 3 bulan terakhir masih lebih tinggi jika dibandingkan sebelum peningkatan tingkat aktivitas G. Soputan menjadi Siaga (Level III), namun saat ini cenderung lebih stabil. Tingginya data RSAM saat ini diduga disebabkan karena gempa Tektonik dan gempa Guguran.
  1. EDM (Electronic Distance Measurement) 
Data pengukuran EDM terakhir menunjukkan masih terjadi perubahan baseline namun kecil jika dibandingkan dengan pengukuran EDM pada masa periode letusan. Hal ini menunjukkan aktivitas G. Soputan yang relatif stabil namun masih terjadi suplai magma yang diindikasikan dengan masihterjadinya gempa Vulkanik dalam jumlah yang tidak signifikan.
IV. Evaluasi
Hasil pemantauan secara instrumental G. Soputan sejak bulan April hingga tanggal 3 Juli 2015 menunjukkan terjadinya penurunan jumlah kegempaan pada 3 bulan terakhir. Gempa Vulkanik Dalam (VA), gempa Vulkanik Dangkal (VB), gempa Hembusan dan gempa Guguran menurun cukup signifikan dalam 3 bulan terakhir. Gempa Low Frequency masih sesekali terekam. Gempa Tremor Harmonik  dan getaran Tremor tidak lagi terekam sejak awal bulan Mei 2015.  Nilai RSAM yang mencerminkan energi aktivitas gunungapi menunjukkan nilai yang relatif stabil dan lebih rendah daripada periode letusan di bulan Januari hingga Maret 2015.
Pengukuran EDM mengindikasikan bahwa aktivitas Gunungapi Soputan relatif stabil karena tidak menunjukkan inflasi yang signfikan.
Hasil pemantauan aktivitas vulkanik G. Soputan secara visual teramati hembusan asap kawah putih tipis hingga tebal dengan tinggi 25 - 750 m di atas puncak G. Soputan. Guguran masih terjadi namun tidak teramati.
V.    Kesimpulan 
  • Berdasarkan hasil analisis data  visual dan instrumental, maka terhitung tanggal 3 Juli 2015 pukul 16.30 WITA tingkat aktivitas G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
VI. Potensi Bahaya
Potensi bahaya G. Soputan adalah sebagai berikut:
  • Pertumbuhan kubah lava dimulai sejak tahun 1991, hingga meluber keluar dari bibir kawah menyebabkan sering terjadi guguran lava, dengan jarak luncur sekitar 2 hingga 6,5 km dari puncak ke arah barat, sedangkan penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak.
  • Pada saat musim penghujan dapat terjadi pembentukan uap dari air hujan oleh kubah lava yang masih panas, sehingga terjadi letusan sekunder, berupa letusan freatik (letusan uap) yang dapat memicu guguran kubah lava dan awan panas guguran (tipe Karangetang).
  • Ancaman bahaya letusan gunungapi Soputan bagi penduduk relatif kecil, karena permukiman dan aktivitas penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak. Tercatat pada Juni 2008, terjadi luncuran awan panas mencapai 6,5 km dari puncak.
  • Menurut catatan sejarah aktivitas letusan Soputan umumnya bersifat eksplosif dengan pusat kegiatan di puncak. Tercatat beberapa kejadian aliran lava, awan panas dan pertumbuhan kubah lava. Pada saat ini G. Soputan memiliki endapan abu di lereng sebelah timur dan tenggara, apabila terjadi hujan lebat dapat mengakibatkan aliran lahar diataranya ke arah bantaran S. Popang, S. Kawangkoan, S Lowian, S. Pinamangkolan, S. Ranowangko, S. Pontu, Royongan Saluwangko, Royongan Walewangko, Kuala Kaluya dan Kuala Palaus. Potensi bahaya lainnya adalah guguran lava yang masih sering terjadi di sekitar tubuh gunungapi. Saat ini  guguran terjadi ke arah utara. Ancaman lain yang harus diwaspadai jika kembali terjadi letusan adalah guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran ke arah Silian, karena bukaan kawahnya menuju ke daerah tersebut.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan penurunan tingkat aktivitas G. Soputan menjadi Waspada, kami merekomendasikan sebagai berikut :
  1. Masyarakat agar tidak beraktifitas di dalam radius 1,5 km, serta sektoral ke arah baratdaya-barat-baratlaut-utara sejauh 2,5 km dari puncak G.Soputan guna menghindari kemungkinan ancaman lontaran abu, leleran/ guguran lava dan awan panas guguran.
  2. Mewaspadai terjadinya ancaman banjir lahar khususnya pada musim penghujan, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian,  S. Popang dan Londola Kelewahu.
  3. Masyarakat di sekitar G. Soputan diharap tenang, tidak terpancing isu-isu letusan G.Soputan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BNPB,  Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara tentang aktivitas G. Soputan. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
  4. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Soputan di Silian Tiga, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
  5. Untuk Informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022)  7272606  di Bandung (Provinsi Jawa Barat).

Lampiran 1. Jumlah Gempa
20150703_GempaSoputan
Lampiran 2. Grafik Amplituda Spektra Seismik
20150703_SoputanSpektra
20150703_SoputanAmpituda
Lampiran 3. Grafik EDM
201503
Lampiran 4. Gambar Kondisi Kubah Lava
20150703_soputankubahmaret20150703_soputankubahjuni
Lampiran 5. KRB Soputan
20150703_soputankrb