Thursday, November 5, 2015

Evaluasi Kegiatan G. Karangetang hingga 4 November 2015 pukul 06:00 WITA Nov 6th 2015, 01:20

Hasil evaluasi tingkat aktivitas G. Karangetang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, hingga 4 November 2015 pukul 06:00 WITA. 

I. PENDAHULUAN
    G. Karangetang merupakan sebuah pulau gunungapi yang terdapat di bagian Utara Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di P. Siau berjarak sekitar 146 km dari kota Manado, termasuk ke dalam kabupaten Sitaro. Gunungapi tersebut dipantau secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi di Desa Salili. Secara geografis G. Karangetang terletak pada posisi 02047' Lintang Utara dan 125029' Bujur Timur, dengan ketinggian puncak sekitar 1827 m di atas permukaan laut. Tingkat aktivitas vulkanik G. Karangetang sejak 3 September 2013 adalahLEVEL III (SIAGA).
    Berdasarkan data visual serta kegempaan yang dilakukan secara menerus dari Pos PGA G. Karangetang di Salili, maka dapat dideskripsikan sebagai berikut.
      
    II. VISUAL
      Pemantauan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang yang berada di Desa Salili, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, selain itu juga dilakukan pengamatan cuaca di sekitar Pos Pengamatan Karangetang pada tanggal 28 Oktober - 4 November 2015 hingga pukul 06:00 WITA adalah sebagai berikut: 
      • Tanggal 28 Oktober 2015, Cuaca cerah - berawan, angin lemah – sedang dari arah timurlaut. Gunungapi tertutup kabut-jelas, asap Kawah utama putih sedang - tebal, tinggi 100 m. Teramati sinar api setinggi 10 - 25 m.
      • Tanggal 29 Oktober 2015, Cuaca cerah - mendung, angin lemah - sedang dari arah timurlaut, hujan gerimis. Gunungapi tertutup kabut-jelas, asap Kawah utama putih tipis - sedang, tinggi sekitar 50 - 100 m. Sinar api teramati setinggi 10 - 25 m.
      • Tanggal 30 Oktober 2015, Cuaca cerah - berawan, angin tenang - sedang dari arah timurlaut, hujan gerimis. Gunungapi tertutup kabut-jelas, asap Kawah utama putih tipis - sedang, tinggi sekitar 50 - 100 m. Sinar api teramati sekitar 10 - 25 m.
      • Tanggal 31 Oktober 2015, Cuaca cerah - berawan, angin tenang - lemah dari arah timurlaut. Gunungapi tertutup kabut-jelas, asap Kawah utama putih tipis - tebal, tinggi antara 50 - 150 m. Sinar api teramati setinggi 25 m.
      • Tanggal 1 November 2015, Cuaca cerah - berawan, angin tenang, hujan sedang. Gunungapi tertutup kabut-jelas, asap kawah Utama putih tipis - sedang, tinggi sekitar 25 - 100 m. Sinar api teramati tinggi 25 m.
      • Tanggal 2 November 2015, cuaca cerah - berawan, angin lemah dari arah timur. Gunungapi tertutup kabut - jelas, teramati asap kawah Utama putih tipis - sedang, tinggi sekitar 50 m. Sinar api teramati setinggi 10 m. Teramati aliran lava sejauh 200 m, dari ujung aliran lava sering terjadi guguran lava ke kali Batuawang dan kali Kahetang sejauh 1000 - 2000 m.
      • Tanggal 3 November 2015, cuaca cerah - berawan, angin lemah dari arah timur. Gunungapi tertutup kabut - jelas, teramati asap kawah Utama putih tipis - sedang, tinggi sekitar 50 - 100 m. Sinar api teramati setinggi 10 - 25 m. Teramati Guguran lava umumnya terjadi dari ujung aliran lava meluncur ke kali Batuawang dan kali Kahetang sejauh 1500 m.
      • Tanggal 4 November 2015 hingga pukul 06:00 WITA, cuaca cerah-berawan. angin lemah dari timur. Gunungapi tampak samar-samar. Asap kawah utama putih tipis-sedang tinggi 200 m. Sinar api setinggi. 25-50 m. Guguran lava dari ujung aliran ke arah Kali Batuawang dan Kali Kahetang sejauh.1500 meter.
        
      III. KEGEMPAAN
        Hasil pengamatan kegempaan yang terjadi di G Karangetang dari tanggal 28 Oktober - 4 November 2015 hingga pukul 06:00 WITA adalah sebagai berikut: 
        • Tanggal 28 Oktober 2015. Terekam 13 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 5 - 14 mm dan lama gempa 40 – 80 detik. 8 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 4 - 8 mm, dan lama gempa 17 - 25 detik. . 10 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 6 - 30 mm, dan lama gempa 10 - 20 detik. . 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 7 - 14 mm, dan lama gempa 6 – 7,5 detik. 3 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 5-46 mm, S-P 25 detik dan lama gempa 80-105 detik
        • Tanggal 29 Oktober 2015. Terekam 19 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 5 - 14 mm dan lama gempa 40 – 100 detik. 7 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 8 - 10 mm, dan lama gempa 21 - 25 detik. 6 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 15-16 mm, dan lama gempa 12,5-22 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 7 - 8 mm, dan lama gempa 5 - 6 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 40 mm, S-P - detik dan lama gempa 125 detik.
        • Tanggal 30 Oktober 2015. Terekam 11 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 2 - 10 mm dan lama gempa 45 – 130 detik. 6 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 12 - 15 mm, dan lama gempa 25 - 30 detik. 5 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 5 - 12 mm, dan lama gempa 10 – 17,5 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 14 mm, dan lama gempa 5 – 8 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 17 - 22 mm, S-P 0,5 – 1,2 detik dan lama gempa 8 – 17,5 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 52 mm, S-P 1,8 detik dan lama gempa 30 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 5 mm, S-P - detik dan lama gempa 75 detik. Gempa Tremor Spasmodik dengan amplituda maksimum 1 mm.
        • Tanggal 31 Oktober 2015. Terekam 5 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 3 - 12 mm, dan lama gempa 16 – 125 detik. 7 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 2 - 7 mm, dan lama gempa 16 - 25 detik. 6 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 3 - 15 mm, dan lama gempa 10 – 27,5 detik. 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 2 - 8 mm, dan lama gempa 6 – 12,5 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 5 - 22 mm, S-P 0,75 - 1 detik dan lama gempa 8 - 15 detik. 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 27 - 40 mm, S-P 0,7 – 0,9 detik dan lama gempa 26 – 39 detik. 13 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 40 mm, S-P 17 - 29 detik dan lama gempa 40 – 120 detik. Gempa Tremor Spasmodik dengan amplituda maksimum 0,5 mm.
        • Tanggal 1 November 2015. Terekam 3 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 3 - 7 mm, dan lama gempa 35 – 150 detik. 6 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 3 - 8 mm, dan lama gempa 20 - 45 detik. 4 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 3 - 30 mm, dan lama gempa 10 - 20 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 5 mm, dan lama gempa 6 – 7,5 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 11 - 20 mm, S-P 0,5 - 1 detik dan lama gempa 10 - 20 detik. 11kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 24 mm, S-P 14 - 40 detik dan lama gempa 40 – 135 detik. Gempa Tremor Spasmodik dengan amplituda maksimum 0,5 mm..
        • Tanggal 2 November 2015. Terekam 12kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 2 - 8 mm, dan lama gempa 50 – 70 detik. 8 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 2 - 8 mm, dan lama gempa 15 - 30 detik. 9 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 2 - 7 mm, dan lama gempa 10 - 20 detik. 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 2 - 4 mm, dan lama gempa 2,5 - 7 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 14 - 15 mm, S-P 0,5 - 1 detik dan lama gempa 15 - 20 detik. 1kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 45 mm, S-P 4,5 detik dan lama gempa 35 detik. 13 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 32 mm, S-P 18,5 - 31 detik dan lama gempa 60 – 80 detik. Gempa Tremor Spasmodik dengan amplituda maksimum 0,25 mm.
        • Tanggal 3 Novemberr 2015, Terekam 7kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 2,5 - 6 mm, dan lama gempa 30 – 75 detik. 9 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 4 - 6 mm, dan lama gempa 25 - 35 detik. 8 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 3 - 14 mm, dan lama gempa 11,5 - 55 detik. 5 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 2 - 7 mm, dan lama gempa 1 - 25 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 22 - 23 mm, S-P 0,5 – 0,9 detik dan lama gempa 10 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 50 mm, S-P 3 detik dan lama gempa 27 detik. 4 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 4 - 15 mm, S-P 27 – 37,5 detik dan lama gempa 60 – 80 detik. Gempa Tremor Spasmodik dengan amplituda maksimum 0,5 mm..
        • Tanggal 4 November 2015 hingga pukul 06.00 WITA, Terekam 3 kali gempa Guguran dengan amplituda maksimum 3 mm,dan lama gempa 50 detik. 3 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 2 mm, dan lama gempa 50 detik. 5 kali gempa Fase Banyak dengan amplituda maksimum 10 mm, dan lama gempa 23 detik. 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3,5 mm, dan lama gempa 10 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 13 mm, S-P 20,5 detik dan lama gempa 92 detik. Gempa Tremor Spasmodik dengan amplituda maksimum 0,25 mm.

        IV. POTENSI BAHAYA
          Potensi bahaya G. Karangetang adalah sebagai berikut :
          G. Karangetang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia ditandai seringnya kejadian erupsi setiap tahun. Karakteristik erupsinya berupa erupsi eksplosif tipe strombolian disertai dengan pertumbuhan kubah lava yang sering diikuti kejadian awan panas guguran. Bahaya G. Karangetang umumnya diakibatkan awan panas guguran, longsoran guguran lava pijar dari kubah lava dan bahaya sekunder lahar, terutama kali Batuawang dan kali Kahetang, endapan material erupsi sudah menutupi lembah sungai yang kemungkinan terjadinya penyimpangan aliran lahar. Risiko bahaya menjadi semakin tinggi karena pulau gunungapi memiliki jarak antara pusat erupsi dengan pantai dimana di dalamnya terdapat banyak pemukiman hanya lebih kurang 4 km. Awan panas 7 Mei 2015 menghasilkan material berukuran abu hingga boulder yang terendapkan di kali Batuawang sehingga lembah sungai menjadi dangkal, hal ini sangat rentan terjadi lahar mengancam daerah pemukiman yang berada di bagian selatan khususnya daerah Kola-kola dan Bebali, seperti yang terjadi pada 18 Juni 2015, lahar menutupi jalan setebal sekitar 25 cm sepanjang sekitar 100 m, material campur dari abu hingga boulder (1 m), serta 4 rumah terlanda lahar (tidak ada korban jiwa).
          Kegiatan vulkanik G. Karangetang pada saat ini didominasi oleh aktivitas di kedalaman dangkal yang berhubungan dengan pertumbuhan dan guguran dari kubah lava. Pengamatan visual menunjukkan bahwa guguran lava dan awan panas guguran sering terjadi dengan jarak luncur mencapai 2000 meter dari pusat kegiatan ke arah Kali Batuawang dan Kali Kahetang, sesekali ke arah Kali Keting.

          V. EVALUASI
            G. Karangetang dalam periode 28 Oktober - 4 November 2015 secara visual masih tampak adanya sinar api di kubah lava pada malam hari, setinggi 10 -25 meter. Asap Kawah Utama berwarna putih tipis – sedang dengan tinggi sekitar 50 - 150 m, kadang masih teramati aliran lava terjadi dari kubah bagian selatan sejauh 200 m, karena lava encer sehinga begitu keluar dari kubah maka akan terjadi aliran/guguran lava pijar yang kadang menerus mengarah ke kali Batuawang dan kali Kahetang dengan jarak luncur berkisar antara 1000 – 2000 m. Kali-kali tersebut mengarah ke sektor baratdaya, selatan, sehingga masyarakat yang tinggal disektor tersebut perlu mewaspadai kemungkinan terjadi adanya penambahan jarak luncur awanpanas guguran maupun guguran lava. Kejadian awanpanas 7 Mei 2015 sejauh 3600 m mengakibatkan pendangkalan kali Batuawang, sehingga bila terjadi hujan deras di puncak kemungkinan akan terjadi lahar. Aliran lava yang dominan terjadi ke kali Batuawang terjadi penumpukan pada jarak 2000 - 2500 m dari puncak, hal ini perlu diwaspadai terjadinya runtuhan dari penumpukan lava yang belum stabil, dan akan meluncur melalui alur kali Batuawang kemungkinan juga terjadinya penyimpangan jalur luncuran. Pada musim penghujan masyarakat yang tinggal disepanjang bantaran kali Batuawang perlu mewaspadai terjadinya lahar, karena material awanpanas masih banyak terdapat disekitar kampung Kola-Kola yang sangat rentan bila terjadi hujan deras dipuncak yang kemungkinan akan membawa material erupsi.
            Kegempaan G. Karangetang selama perioda 28 Oktober – 4 November 2015 menunjukan adanya penurunan kegiatan, gempa-gempa yang mendominasi seperti gempa Guguran jumlahnya mulai menurun berkisar antara 3 – 19 kejadian perhari yang mengindikasikan bahwa kegiatan vulkanik G. Karangetang berada dipermukaan. Gempa Tremor masih sering terekam dengan amplitude maksimum berkisar antara 0,5 – 1 mm penurunan, tetapi kegiatan erupsi epusif masih akan terus berlangsung, karena gempa ini merupakan suplai magma sehingga terjadi luncuran lava dan guguran lava pijar. Dari data energi Vulkanik kesetaraan polanya masih relatif sama dengan perioda sebelumnya, hal ini karena magma bergerak dari bagian dalam ke permukan tanpa ada hambatan. Data RSAM polanya meningkat pada 8 September 2015, lalu secara perlahan menurun hingga 4 November 2015.
            Saat ini, G. Karangetang memiliki potensi terjadinya erupsi efusif (aliran lava) dan guguran piroklastik (guguran lava pijar). Perlu diwaspadai terjadinya erupsi eksplosif seperti yang terjadi pada September 2013 dimana pada bagian puncak telah terbentuk kubah lava yang belum stabil, sehingga mudah untuk terhancurkan. Aliran piroklastik guguran berpotensi terjadi apabila ujung leleran lava yang menumpuk menjadi tidak stabil. Curah hujan yang tinggi dapat memicu terjadinya lahar, khususnya Kali Batuawang, Kali Kahetang dan Kali Keting.

            VI. KESIMPULAN
              • Hasil analisis dan evaluasi data visual dan instrumental hingga 4 November 2015 pukul 06.00 WITA belum menunjukkan adanya peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik yang signifikan, sehingga disimpulkan tingkat aktivitas G. Karangetang adalah LEVEL III (SIAGA).
              • Tingkat aktivitas G. Karangetang akan diturunkan/ditingkatkan kembali jika terjadi penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik yang disesuaikan dengan tingkat ancamannya.

              VII. REKOMENDASI
                Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Karangetang LEVEL III (SIAGA), kami merekomendasikan sebagai berikut::
                • Masyarakat di sekitar lereng G. Karangetang dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G. Karangetang melebihi ketinggian 500 m dari muka laut.
                • Mewaspadai luncuran awan panas dan guguran lava pijar yang dapat terjadi setiap saat pada lembah sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang, terutama ke Kali Batuawang, Kali Kahetang, Kali Keting, Kali Sahede, Kali Bahembang, dan Kali Beha Timur (dibagian Selatan Tenggara), serta Kali Nanitu, Kali Pangi, Kali Sense, Kali Batang dan Kali Beha Barat (dibagain Barat-Baratdaya).
                • Masyarakat yang berada di jalur guguran lava dan awan panas guguran yaitu:dusun Dingkaleng, dusun Dalendes, dusun Kulu dusun, Kola-kola dan Bolo agar tetap berada di tempat pengungsian.
                • Masyarakat yang berada arah bukaan guguran lava, awan panas guguran dan potensi laharan, yaitu antara Kali Batuawang sampai Kantor kelurahan Bebali agar tetap berada di tempat pengungsian.
                • Masyarakat yang tinggal di jalur guguran lava dan awan panas guguran, yaitu: dusun Dingkaleng, dusun Dalendes, dusun Kulu, dusun Kola-kola dan Bolo agar direlokasi ke tempat yang lebih aman.
                • Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak G.Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai.
                • Jika terjadi hujan abu, direkomendasikan masyarakat menggunakan masker penutup hidung dan mulut, karena abu Vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan.
                • Masyarakat di sekitar G. Karangetang diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Karangetang dan selalu mengikuti arahan dari BPBD Kabupaten Sitaro. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Badan Geologi) selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.dan Pemerintah Kabupaten Sitaro  tentang aktivitas G. Karangetang.
                • Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Sitaro atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Telp. 0227272606).


                LAMPIRAN.
                1. Gempa Harian G. Karangetang 1 Januari – 14 Oktober 2015
                Karangetang 1 (06-11-15)

                2. Grafik kesetaraan energi vulkanik
                Karangetang 2 (06-11-15)

                3. Amplituda spektra seismik G. Karangetang
                  Karangetang 3 (06-11-15)

                  4. Peta Kawasan Rawan Bencana G. Karangetang
                  Karangetang 4 (06-11-15)