Hasil evaluasi tingkat aktivitas G. Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, sebagai berikut:
I. Pendahuluan G. Lokon terdapat di Kota Administratif Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, dengan posisi geografi terletak pada 1021'30" Lintang Utara dan 124047'30" Bujur Timur dengan tinggi puncaknya sekitar 1579 m di atas permukaan laut (data dasar gunungapi). Tingkat kegiatan G. Lokon adalah Level III (SIAGA) sejak 24 Juli 2011 pukul 22:00 WITA. II. Visual
Pemantauan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi Lokon yang berada di Kakaskasen, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, cuaca di sekitar Pos Pengamatan Gunungapi Lokon pada periode 28 Oktober - 5 November 2015 pukul 06:00 WITA adalah sebagai berikut: - Tanggal 28 Oktober 2015, cuaca berawan, angin tenang hingga lemah dari selatan. Gunungapi jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis - sedang dengan tinggi asap sekitar 25 – 50 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 29 Oktober 2015, cuaca berawan, angin tenang hingga lemah dar selatan. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis -- sedang dengan tinggi asap sekitar 25 – 75 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 30 Oktober 2015, cuaca cerah hingga berawan, angin tenang hingga lemah dari selatan. Gunungapi jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis – tebal dengan tingg - seda asap sekitar 25 - 50 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 31 Oktober 2015, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah dari selatan. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis - tebal dengan tinggi asap sekitar 25 – 75 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 1 November 2015, cuaca cerah – berawan hingga mendung, angin lemah dari selatan. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis - tebal dengan tinggi asap sekitar 25 - 125 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 2 November 2015, cuaca cerah – berawan hingga mendung, angin tenang – lemah dari selatan. Gunungapi tertutup kabut hingga jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis - tebal dengan tinggi asap sekitar 25 - 100 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 3 November 2015, cuaca cerah hingga mendung, angin tenang hingga lemah dari selatan. Gunungapi jelas, teramati asap kawah berwarna putih tipis - sedang dengan tinggi asap sekitar 25 – 100 meter dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 4 November 2015, cuaca cerah – berawan - mendung, hujan gerimis, angin tenang – lemah dari selatan. Gunungapi jelas, teramati asap kawah putih tipis dengan tinggi sekitar 25 - 100 m dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon.
- Tanggal 5 November 2015 hingga pukul 06:00 WITA, cuaca cerah, angin lemah dari selatan. Gunungapi jelas, teramati asap kawah putih tipis - tebaldengan tinggi sekitar 25 - 100 m dari puncak kawah Tompaluan, G. Lokon
III. Instrumental
Gempa-gempa yang terekam selama perioda 22 - 4 November 2015 pukul 06:00 WITA jumlahnya adalah sebagai beikut: - Tanggal 28 Oktober 2015, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 7 mm dan lama gempa 70 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 14 - 33 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 10 – 17.5 detik. 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 17 mm, dan lama gempa 3 – 8,5 detik. 1 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 6 mm, dan lama gempa 40 detik. 1 kali gempa Low Frequency (LF) dengan amplituda maksimum 3 mm, dan lama gempa 29 detik Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 5 mm.
- Tanggal 29 Oktober 2015, terekam 5 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 46 mm dan lama gempa 40 - 240 detik. 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 13 mm, S-P 0,5 detik dan lama gempa 6,5 detik. 10 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 11 mm, dan lama gempa 3 – 7,5 detik. 5kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 4 - 14 mm, dan lama gempa 8 – 40 detik. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 3,5 mm.
- Tanggal 30 Oktober 2015, terekam 4 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 4 - 6 mm dan lama gempa 30 – 120 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 15 mm, dan lama gempa 3,5 - 6 detik. 4 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 6 - 10 mm, dan lama gempa 12,5 - 38 detik. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 5 mm.
- Tanggal 31 Oktober 2015, terekam 7 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 2 - 23 mm dan lama gempa 55 - 120 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 24 - 30 mm, S-P 0.25 detik dan lama gempa 8 detik. 39 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 26 mm, dan lama gempa 5 - 10 detik. 3 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 25 - 44 mm, dan lama gempa 25 - 35 detik. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 7 mm.
- Tanggal 1 November 2015, terekam 6 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 28 mm dan lama gempa 35 – 150 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 20 - 22 mm, S-P 0,5 – 1 detik dan lama gempa 8 detik. 30 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 21mm, dan lama gempa 3 - 10 detik. 8 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 3,5 - 37 mm, dan lama gempa 3 - 40 detik. 1 kali gempa Tornilo dengan amplituda maksimum 20 mm, dan lama gempa 17,5 detik. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 1,5 mm.
- Tanggal 2 November 2015, terekam 9 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 15 mm dan lama gempa 35 - 90 detik. 7 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 13 - 30 mm, S-P 0,25 – 1,5 detik dan lama gempa 4 - 15 detik. 68 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 4 - 10 mm dan lama gempa 3 - 10 detik. 13 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 6 - 38 mm, dan lama gempa 10 – 65 detik.. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 5 mm.
- Tanggal 3 November 2015, terekam 4 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 4 - 10 mm dan lama gempa 32,5 - 110 detik. 6 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 7 - 42 mm, S-P 0,25 – 2 detik dan lama gempa 4 – 17,5 detik. 21 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 20 mm dan lama gempa 3 – 9 detik. 6 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 5 - 42 mm, dan lama gempa 15 – 40 detik. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,5 – 20 mm.
- Tanggal 4 November 2015, terekam 7 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 3 - 43 mm dan lama gempa45 - 350 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 14 - 35 mm, S-P 0,5 – 1.25 detik dan lama gempa 9 – 15 detik. 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 8 mm, dan lama gempa 4 - 7 detik. 13 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 2 – 43 mm, dan lama gempa 11 - 70 detik. Getaran Tremor Harmonik terekam pukul 04:00 – 06:00 dengan amplituda 0,25 – 1 mm dan Tremor Spasmodik menerus dengan amplituda 0,5 – 5 mm.
- Tanggal 5 November 2015 hingga pukul 06:00 WITA, terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 12 mm dan lama gempa 30 detik. 9 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 3 - 7 mm, dan lama gempa 4 - 7 detik. 1 kali gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 9 mm, dan lama gempa 10 detik. Getaran Tremor menerus dengan amplituda 0,25 – 1,5 mm
Pengukuran amplituda spektra seismik (SSAM, sebanding dengan energi) di stasiun seismik Empung (EMP) cenderung fluktuatif pada periode 28 Oktober - 5 November 2015, namun jika dibandingkan dengan data 2 bulan terakhir, pengukuran SSAM menunjukkan kecenderungan meningkat (terlampir). IV. Potensi Bahaya Munculnya rekahan baru akibat letusan G. Lokon pada tanggal 13 September 2014, pukul 03.00 WITA, dapat berimplikasi pada potensi ancaman letusan yang baru. Letusan-letusan kedepan dapat bersumber di Kawah Tompaluan, rekahan-rekahan produk 13 September 2014, maupun rekahan baru lainnya. Potensi ancaman bahaya aktivitas G. Lokon untuk saat ini adalah terjadinya erupsi freatik (letusan yang diakibatkan kontak uap magma dengan air hidrotermal) secara tiba-tiba dan dapat diikuti dengan erupsi freatomagmatik-magmatik. Letusan-letusan dapat disertai dengan lontaran material pijar berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba. Masyarakat yang berada disekitar alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai terjadinya awan panas. Berikut ini adalah potensi ancaman bahaya letusan G. Lokon : - Lontaran material pijar dalam radius 2.5 km dari pusat erupsi Kawah Tompaluan.
- Hujan abu dalam radius 2.5 km atau lebih dari pusat erupsi Kawah Tompaluan yang sangat bergantung pada kecepatan dan arah angin, pada saat terjadi erupsi.
V. Evaluasi Berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas G. Lokon, teramati hembusan asap berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 25 - 125. Kegempaan G. Lokon didominasi oleh gempa Tremor menerus, gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Hembusan. Pada periode 28 Oktober - 5 November 2015 kegempaan cenderung fluktuatif, gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Hembusan cenderung ada peningkatan, gempa-gempa tersebut merupakan gempa dekat permukaan, sehingga bila terjadi peningkatan kegempaan pada daerah dangkal biasanya langsung diteruskan sebagai erupsi. Simpangan amplituda Tremor menerus relatif tidak mengalami perubahan besaran amplituda. Data SSAM cenderung fluktuatif pada periode 28 Oktober - 5 November 2015 namun data 2-3 bulan terakhir menunjukkan kecenderungan meningkat secara perlahan. VI. Kesimpulan - Potensi terjadinya erupsi masih ada, namun kejadian erupsi tersebut tidak dapat diketahui kapan dan seberapa besar intensitasnya.
- Ancaman bahaya erupsi G. Lokon saat ini berupa abu vulkanik yang menyebar tergantung kepada arah dan kecepatan angin.
- Berdasarkan hasil pengamatan visual, kegempaan, dan SSAM serta potensi ancaman letusan G. Lokon hingga tanggal 5 November 2015 hungga pukul 06:00 WITA maka tingkat aktivitas vulkanik G.Lokon adalah LEVEL III (SIAGA).
Pemantauan secara intensif masih terus dilakukan guna mengevaluasi aktivitas G.Lokon. Sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan G. Lokon juga secara intensif terus dilakukan agar masyarakat di sekitar mendapatkan informasi terkini aktivitas G. Lokon. Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Lokon secara signifikan, maka tingkat aktivitasnya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat ancamannnya. VII. Rekomendasi Berdasarkan tingkat ancaman dalam tingkat aktivitas Level III (SIAGA), maka direkomendasikan: - Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan (Pusat Kegiatan).
- Dalam rangka kesiapan menghadapi ancaman bahaya letusan G. Lokon, bagi penduduk yang bertempat tinggal di Desa Kinilow I agar melengkapi diri dengan peralatan komunikasi dan alat peringatan dini manual seperti alat pengeras suara, lonceng, kentongan dan lain-lain.
- Mewaspadai terjadinya lahar di sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Lokon.
- Jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
- Jika ancaman erupsi G. Lokon meluas, rekomendasi tersebut di atas akan ditinjau kembali.
- Masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon harap melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar siap siaga mengantisipasi jika terjadi erupsi G. Lokon secara tiba-tiba.
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lokon.
- Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lokon (No. Telpon 0431351076) di Desa Kakaskasen, Kota Tomohon, Sulawesi Utara atau Badan Geologi di Bandung.
LAMPIRAN 1. Jumlah kegempaan Gunungapi Lokon 1 Januari – 4 Oktober 2015 
2. Grafik amplituda Spektra Seismik G. Lokon, Sulawesi Utara

3. Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Lokon

|