04 December 2015
Hasil evaluasi tingkat aktivitas G.Bromo di Provinsi Jawa Timur adalah sebagai berikut:
I. PENDAHULUAN
Gunungapi Bromo secara geografis terletak pada 7° 55' 30" LS dan 112°37' 00" BT dengan tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.
Pada November 2010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010 pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga). Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada tanggal 23 November 2010, pukul 15.30 WIB dinaikan lagi dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
Pada Desember 2010 potensi ancaman dari erupsi mulai berkurang (walaupun erupsi masih tetap terjadi) sehingga pada tanggal 8 Desember 2010, pukul 12.00 WIB tingkat aktivitas diturunkan dari level IV (Awas) menjadi level II (Siaga), dan pada tanggal 13 Juni 2011, pukul 18.00 WIB tingkat aktivitas G. Bromo diturunkan dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada).
II. PEMANTAUAN
Pemantauan Visual
Agustus 2015, cuaca terang hingga mendung, angin tenang-kencang ke barat, suhu udara 5-10°C, teramati asap kawah putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap sekitar 50 meter di atas bibir kawah. Tercium bau belerang pekat sampai di Pos PGA Bromo.
September 2015, cuaca terang hingga mendung, angin tenang-kencang ke barat, suhu udara 6-12°C, teramati asap kawah putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap sekitar 50 meter di atas bibir kawah. Tercium bau belerang pekat sampai di Pos PGA Bromo.
Oktober 2015, cuaca terang hingga mendung, angin tenang-kencang ke barat, suhu udara 8-12°C, teramati asap kawah putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap sekitar 50 meter di atas bibir kawah. Tercium bau belerang pekat sampai di Pos PGA Bromo dan terdengar suara gemuruh sejak tanggal 30 Oktober selama beberapa hari.
November 2015, cuaca terang hingga mendung, angin tenang-kencang ke Barat, suhu udara 8-10°C, teramati asap kawah putih sedang – putih tebal, tekanan lemah, tinggi asap berkisar 50 - 150 meter di atas bibir kawah. Tercium bau belerang sedang - pekat sampai di Pos PGA Bromo dan terdengar suara gemuruh pada tanggal 8 November. Pada 5 dan 8 November asap keluar tebal dengan tinggi lk. 150 m di atas bibir kawah. Pada 12, 15, 23 dan 27 November asap tebal keluar dari kawah bersama abu tipis halus dengan tinggi lk 150 m di atas bibir kawah.
1 - 4 Desember 2015, cuaca terang, angin tenang, suhu udara 10-12°C. Hujan gerimis. Teramati asap kawah putih tipis-tebal, condong ke Barat-Baratdaya, tekanan lemah, tinggi asap sekitar 50-150 meter di atas bibir kawah.
Kegempaan
Agustus 2015, terekam Gempa Tremor menerus amplituda maksimum 0,5 – 1 mm, 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 8 kali GempaTektonik Jauh (TJ).
September 2015, terekam Gempa Tremor menerus amplituda maksimum 0,5 – 1 mm, 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 6 kali GempaTektonik Jauh (TJ).
Oktober 2015, terekam Gempa Tremor menerus amplituda maksimum 0,5 – 3 mm, 3 kali Gempa Vulkanik dalam (VA), 1 (satu) Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 7 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
November 2015, terekam Gempa Tremor menerus amplituda maksimum 0,5 – 7 mm (dominan 3 mm), 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 19 kali Gempa Vulkanik dalam (VA). 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal (TL). 7 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
1 - 4 Desember 2015, terekam Gempa Tremor menerus amplituda maksimum 1 – 8 mm (dominan 4 mm).
Periode bulan Agustus 2015 – 4 Desember 2015 gempa yang terekam adalah Gempa Tremor menerus yang dominan amplituda maksimum 0,5 – 8 mm, Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Tektonik Lokal (TL), dan Gempa Tektonik Jauh (TJ).(Lampiran 1).
Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) s.d 4 Desember 2015 mulai menunjukkan peningkatan tajam, setelah sebelumnya pada awal November 2015 menunjukkan peningkatan namun tidak setajam awal Desember.(Lampiran 2)
III. Potensi Bahaya
Berpotensi terjadinya erupsi preatik dan magmatic yang tiba-tiba, sebaran material vulkaniknya berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 km dari pusat erupsi.
IV. KESIMPULAN
Aktivitas kegempaan didominasi oleh getaran tremor menerus dengan amplituda maksimum yang cenderung meningkat tajam.
Bau belerang pekat masih sering tercium sampai Pos PGA Bromo.
Pada tanggal 30 Oktober dan 8 November 2015 terdengar suara gemuruh dari kawah G. Bromo yang diikuti oleh keluarnya asap tebal dari lubang kawah dengan tinggi 100-150 m. Pada periode 5 - 27 November telah terjadi beberapa kali abu vulkanik halus yang keluar dari lubang kawah.
Ancaman erupsi freatik dan magmatik berupa abu dan lontaran material pijar bisa terjadi sampai radius 2,5 km.
Berdasarkan data pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, dan potensi bahaya erupsi maka tingkat aktivitas G. Bromo dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA) terhitung 4 Desember 2015 Pukul 14:00 WIB.
Tingkat aktivitas G. Bromo akan dinaikan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas yang dipantau secara intensif oleh ahli gunungapi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
V. REKOMENDASI
Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Bromo Level III (SIAGA), maka direkomendasikan:
Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 km dari kawah aktif G. Bromo.
Masyarakat di sekitar G. Bromo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Bromo, dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap kejadian erupsi yang menerus dan lebih besar. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo/BPBD, dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tentang aktivitas G. Bromo.
Jika terjadi erupsi yang disertai hujan abu (arah bergantung besar dan arah angin), masyarakat agar menyiapkan/menggunakan masker penutup hidung dan pelindung mata.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo diharapkan segera memasang papan-papan peringatan di lautan pasir yang menyatakan batas radius 2,5 km dari Kawah G. Bromo.
Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Bromo di Desa Ngadisari, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Agar BPBD Kabupaten Probolinggo senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Bromo di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat).
Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD), dan BPBD Kabupaten Probolinggo tentang aktivitas G. Bromo.
Lampiran 1. Grafik Harian Kegempaan G. Bromo , 1 Januari 2015 – 4 Desember 2015
Periode bulan Agustus 2015 – 4 Desember 2015 gempa yang terekam adalah Gempa Tremor menerus yang dominan amplituda maksimum 0,5 – 8 mm, Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Tektonik Lokal (TL), dan Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Bromo 1 (04-12-15)
Lampiran 2. Grafik Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) 1 November s.d 4 Desember 2015
Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) sejak awal bulan Desember 2015 mulai menunjukkan peningkatan tajam, setelah sebelumnya pada awal November 2015 menunjukkan peningkatan namun tidak setajam awal Desember.
Bromo 2 (04-12-15)