Hasil evaluasi kegiatan G. Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara hingga tanggal 24 November 2015, sebagai berikut:
I. Pendahuluan
Gunungapi Awu merupakan gunungapi strato yang terletak pada posisi geografis 03°40'00" Lintang Utara dan 125°30'00" Bujur Timur. Secara administratif berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Ketinggian G. Awu sekitar 1320 m di atas muka laut.
Ditinjau dari sejarah Kegiatan erupsi G. Awu mempunyai interval letusan yang lama, namun setiap erupsi selalu besar serta mengakibatkan korban jiwa seperti yang terjadi pada tahun 1966 sebanyak 39 orang meninggal akibat awan panas. Kemungkinan erupsi Tahun 1966 ini membongkar Kubah Lava 1931. Erupsi terakhir terjadi tahun 2004 dan hingga sekarang belum pernah mengalami erupsi. Erupsi terakhir G. Awu Tahun 2004 didahului oleh erupsi tipe eksplosif dan diakhiri oleh erupsi tipe efusif yang menghasilkan kubah lava. Selama Juli-November 2015 tingkat aktivitas G. Awu mengalami peningkatan berdasarkan data instrumental baik konsentrasi gas gunungapi dan kegempaan.
II. Visual
Keadaan cuaca di sekitar Pos Pengamatan Gunungapi Awu selama 1 – 23 November 2015 umumnya cerah hingga berawan, mendung dan disertai hujan gerimis hingga sedang. Angin umumnya bertiup dari arah selatan dengan intensitas lemah hingga sedang, suhu udara berkisar antara 250 – 270C dengan kelembaban 60 – 84%. Puncak G. Awu selama November 2015 selalu tertutup kabut.
III. Kimia Gas
Hasil pengukuran kimia gas gunungapi menggunakan Alat Mini DOAS pada Tanggal 29 Juli 2015 menunjukkan muncul gas magmatik seperti H2S, SO2, dan CO2. Fluks konsentrasi H2S sangat tinggi di atas 60 ppm sedangkan gas lainnya SO2 dan CO2 konsentrasinya masih kecil.
IV. Kegempaan
Berikut disampaikan hasil pengamatan kegempaan yang terjadi di G. Awu selama 1 hingga 22 November 2015 sebagai berikut:
- Tanggal 1 – 4 November 2015, terekam 89 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB); 2 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 8 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 75 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 5 – 8 November 2015, terekam 15 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB); 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 79 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 9 – 12 November 2015, terekam 10 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB); 3 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL); dan 72 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 13 – 16 November 2015, terekam 31 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB); 2 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 60 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ), serta 1 kali gempa Terasa dengan skala MMI – I..
- Tanggal 17 – 22 November 2015, terekam 14 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB); 4 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 108 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ), serta 3 kali gempa Terasa dengan skala MMI I – II.
- Tanggal 23 – 24 November 2015 hingga pukul 06:00 WITA, , terekam 74 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB); 6 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 10 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
V. Evaluasi
Selama November 2015 pengamatan secara visual terhadap G. Awu tertutup kabut sehingga kondisi puncak tidak teramati.
Hasil pemantauan secara kegempaan G. Awu selama November 2015 menunjukkan peningkatan gempa vulkanik secara signifikan khususnya untuk jenis gempa Vulkanik Dangkal (VB) yang umumnya maksimum 4 kejadian perhari menjadi 74 kejadian pada 24 November 2015 hingga pukul 07:00 WITA.
VI. Potensi Bahaya
Potensi bahaya G. Awu adalah sebagai berikut:
- Karakter letusan G. Awu terkini berupa erupsi magmatik yang eksplosif, erupsi dengan semburan uap dan gas gunungapi serta material pijar. Akibat Erupsi 2004 terbentuk kubah lava dan tembusan lapangan solfatara dan fumarola disertai gas-gas CO2, H2S, SO2, N2 dan CH4, gas-gas tersebut dapat membahayakan jika di atas nilai batas ambang.
- Jika terjadi erupsi eksplosif, perlu diwaspadai potensi lontaran/jatuhan batu (pijar) dan hujan abu, dan aliran awanpanas akibat pembongkaran Kubah Lava 2004 yang dominan mengarah ke arah utara serta yang mengarah ke baratdaya.
- Mewaspadai terjadinya lahar pada musim hujan, khususnya alur sungai yang berhulu dari puncak G. Awu.
VII. Kesimpulan
- Berdasarkan hasil analisis/evaluasi kegempaan dan visual, aktivitas vulkanik G. Awu tingkat aktivitasnya dinaikan sejak tanggal 24 November 2015 pukul 08:18 WITA dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).
Pemantauan secara intensif masih terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Awu serta sosialisasi tentang ancaman bahaya erupsi G. Awu terus dilakukan agar masyarakat di sekitar gunugapi memahaminya.
Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Awu secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.
VIII. Rekomendasi
Sehubungan dengan peningkatan status G. Awu menjadi LEVEL II (Waspada), kami merekomendasikan sebagai berikut :
- Masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati dan beraktivitas pada 3 km dari kawah (puncak) G. Awu,
- Masyarakat di sekitar G. Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu erupsi G. Awu.
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe tentang aktivitas G. Awu.
- Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Awu di Jl. Radar Kp. 116 Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
- Informasi aktivitas G. Awu dapat diperoleh dengan menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat).
LAMPIRAN I
Kubah Lava G. Awu Tahun 2004
Grafik Gempa Harian G. Awu Januari – 23 November 2015
LAMPIRAN II