09 February 2016
Laporan penurunan Tingkat Aktivitas G. Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.
I. PENDAHULUAN
G. Lokon terdapat di Kota Administratif Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, dengan posisi geografi terletak pada 1021'30" Lintang Utara dan 124047'30" Bujur Timur dengan tinggi puncaknya sekitar 1579 m di atas permukaan laut (data dasar gunungapi).
Periode erupsi G. Lokon terpendek adalah 1 tahun dan yang terpanjang adalah 64 tahun. Rangkaian Erupsi terakhir G. Lokon terjadi pada tahun 2001 dan berakhir pada tahun 2003.
Peningkatan aktivitas Gunungapi Lokon terlihat cukup signifikan pada bulan Mei - Juni 2011, ditandai dengan peningkatan jumlah Gempa Vulkanik dan gempa-gempa permukaan. Hal ini menyebabkan Tingkat Aktivitas G. Lokon dinaikkan dari LEVEL II (WASPADA) menjadi LEVEL III (SIAGA). Pada tanggal 14 Juli 2011, karena kegiatan G. Lokon yang semakin meningkat, maka Tingkat Aktivitasnya dinaikkan dari LEVEL III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS). Setelah menunjukkan penurunan aktivitas, maka Tingkat Aktivitas kegiatan G. Lokon diturunkan dari Level IV (AWAS) menjadi LEVEL III (SIAGA) sejak 24 Juli 2011 pukul 22:00 WITA. Tingkat Aktivitas LEVEL III (SIAGA) masih berlanjut hingga 4 Februari 2016.
II. VISUAL
Visual G. Lokon pada bulan Desember 2015 dapat diuraikan sebagai berikut. Cuaca umumnya cerah hingga berawan serta hujan gerimis - deras. Angin bertiup lemah hingga kencang umumnya dari arah selatan dan utara. Hembusan asap kawah teramati putih tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 25 – 400 meter di atas bibir kawah. Kondisi pada Januari 2016 cuaca umumnya cerah – berawan, hujan terjadi dengan intensitas gerimis hingga deras, angin umumnya bertiup dari arah utara. Hembusan asap kawah teramati putih tipis – tebal dengan tinggi sekitar 25 – 250 meter di atas bibir kawah. Gejala vulknaik lainnya tidak tampak adanya perubahan yang signifikan.
III. KEGEMPAAN
Aktifitas kegempaan dalam priode 1 Desember 2015 – 4 Februari 2016 sebagai berikut:
- Tanggal 1 – 7 Desember 2015, terekam 24kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 9 kali kejadian gempa Hembusan, dan 31 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Geteran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 7 mm.
- Tanggal 8 – 14 Desember 2015, terekam 35 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 6 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 9 kali kejadian gempa Hembusan, 1 (satu) kali gempa Tektonik Lokal (TL) dan 31 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Geteran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 5 mm.
- Tanggal 15 – 21 Desember 2015, terekam 306 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 21 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 122 kali kejadian gempa Hembusan, dan 17 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 - 5 mm.
- Tanggal 22 – 28 Desember 2015, terekam 149 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 13 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 8 kali kejadian gempa Hembusan, 4 kali kejadian gempa Tornilo, dan 21 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 - 5 mm.
- Tanggal 29 Desember 2015 – 4 Januari 2016, terekam 57 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 1 (satu) kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali kejadian gempa Hembusan, 3 kali kejadian gempa Tornilo, 1 (satu) kali gempa Tektonik Lokal (TL) dan 6 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 - 5 mm.
- Tanggal 5 – 11 Januari 2016, terekam 44 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 1 (satu) kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 7 kali kejadian gempa Hembusan, dan 18 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 6 mm.
- Tanggal 12 – 18 Januari 2016, terekam 85 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 kali kejadian gempa Hembusan, 4 kali kejadian gempa Tornilo, dan 35 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 6 mm.
- Tanggal 19 – 25 Januari 2016, terekam 134 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 26 kali kejadian gempa Hembusan, 5 kali kejadian gempa Tornilo, dan 35 kali kejadian kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 5 mm.
- Tanggal 26 Januari – 2 Februari 2016, terekam 37 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 15 kali kejadian gempa Hembusan, 3 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL) dan 21 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 4 mm.
- Tanggal 3 – 4 Februari 2016, terekam 17 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali kejadian gempa Hembusan, dan 10 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ). Getaran tremor vulkanik menerus masih terekam dengan amplitude maksimum 0.5 – 5 mm.
Kegempaan G. Lokon dipantau secara menerus dengan peralatan analog dan digital.
IV. Potensi Bahaya
Ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya erupsi freatik (letusan uap) yang dapat terjadi secara tiba-tiba disertai oleh lontaran material berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas erupsi.
Potensi bahaya dideskrifsikan sebagai berikut:
- Lontaran material dapat terjadi dalam radius 1 km dari pusat erupsi/ Kawah Tompaluan.
- Hujan abu lebat dapat terjadi dalam radius 1,5 km dari pusat erupsi/Kawah Tompaluan.
- Arah dan jangkauan hujan abu tergantung pada kecepatan dan arah angin, pada saat terjadi erupsi.
V. EVALUASI
Kegiatan vulkanik G. Lokon selama tahun 2016 secara visual tidak menunjukkan adanya peningkatan vulkanik yang signifikan ataupun perubahan-perubahan pada bagian kawah. Kegiatan sekarang didominasi hembusan dengan tinggi kolom hembusan maksimum 250 m di atas kawah.
Berdasarkan data kegempaan, kejadian erupsi selama perioda September 2015 hingga Januari 2016 tidak pernah terjadi. Jenis gempa vulkanik jumlahnya semakin menurun seperti yang diperlihatkan pada lampiran grafik kegempaan. Dari perhitungan energi vulkanik kesetaraan menunjukkan bahwa kegiatan vulkanik selama tahun 2016 tidak menunjukkan adanya peningkatan energi, cenderung menurun, begitu pula untuk energi kumulatif menunjukkan pola yang relatif linier. Untuk getaran Tremor memang masih terekam, hal ini juga menunjukkan adanya pengecilan amplituda maksimum yang biasanya berada di atas 10 mm, sekarang berada dibawah 7 mm. Kegiatan vulkanik G. Lokon selama Januari 2016, dicirikan oleh kenampakan jenis gempa Vulkanik Dangkal (VB) dimana jumlahnya berfluktuativ sehingga erupsi freatik masih memungkinkan terjadi secara tiba-tiba, terutama curah hujan cukup tinggi. Energi kesetaraan sejak 17 Desember 2015 tidak menunjukan adanya peningkatan, begitu pula kalau dilihat dari Amplituda Spektra Seismik (SSAM) polanya fluktuatif tidak tampak adanya peningkatan. Deformasi dengan menggunakan metoda ungkitan (Tilting) juga tidak menunjukan deformasi inflasi, bahkan polanya relatif mendatar untuk sumbu Y (arah kawah) dan sedikit berubah untuk sumbu X (tegak lurus kawah).
Perlu diwaspadai potensi bahaya di alur lembah Pasahapen karena lembah ini berhulu ke Kawah Tompaluan (pusat aktivitas) dan pernah di lalui awanpanas.
Selama musim hujan juga perlu diwaspadai alur-alur sungai yang berhulu dari puncak G. Lokon karena hasil erupsi yang umumnya jatuhan piroklastik maupun abu memungkinkan untuk terbawa oleh air hujan yang akan menyababkan lahar.
VI. KESIMPULAN
- Potensi terjadi erupsi freatik (letusan uap) masih ada, namun kejadian erupsi tersebut tidak dapat diketahui kapan dan seberapa besar intensitasnya.
- Berdasarkan hasil evaluasi visual, kegempaan dan deformasi G.Lokon selama Januari 2016, dinilai menunjukan penurunan, maka tingkat aktivitas G. Lokon diturunkan dari LEVEL III (SIAGA) menjadi LEVEL II (WASPADA), sejak tanggal 5 Februari 2016 pukul 15:00 WITA.
Pemantauan secara intensif masih terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G.Lokon serta diseminasi informasi tentang ancaman bahaya erupsi G. Lokon secara rutin terus dilakukan dalam upaya mitigasi erupsi gunungapi.
Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G.Lokon secara signifikan, maka tingkat aktivitas dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat ancamannnya.
VII. REKOMENDASI TEKNIS
Berdasarkan tingkat ancaman dalam tingkat aktifitas Level II (Waspada), maka direkomendasikan :
- Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari Kawah Tompaluan (Pusat Aktivitas).
- Mewaspadai terjadinya lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Lokon terutama pada musim penghujan.
- Masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon harap melakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat sehingga senantiasa waspada dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi G. Lokon secara tiba-tiba.
- Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lokon di Desa Kakaskasen, Kota Tomohon, Sulawesi Utara atau Badan Geologi di Bandung.
- Jika terjadi perubahan tingkat aktivitas G. Lokon, maka rekomendasi tersebut di atas akan ditinjau kembali.
Grafik Gemba G. Lokon Januari 2015 - 4 Februari 2016
Peta Kawasan Rawan Bencana G. Lokon