09 September 2015
I. pendahuluan
Gunungapi Slamet (G. Slamet) adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3432 mdpl. Secara administratif G. Slamet masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis puncak G. Slamet terletak pada posisi 7o 14' 30" Lintang Selatan dan 109o 12' 30" Bujur Timur.
Pada tanggal 10 Maret 2014 tingkat aktivitas G. Slamet dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Kemudian pada tanggal 30 April 2014 tingkat aktivitas G. Slamet dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dan tanggal 12 Mei 2014 diturunkan kembali menjadi Level II (Waspada). Tanggal 12 Agustus 2014 tingkat aktivitas G. Slamet dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), dan tanggal 5 Januari 2015 tingkat aktivitas G. Slamet di turunkan menjadi Level II (Waspada). Pemantauan secara kontinyu terus dilakukan dari Pos PGA G. Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan metoda visual, seismik, deformasi, dan geokimia.
II. PENGAMATAN
2.1. VISUAL
2.2. KEGEMPAAN
Sampai dengan 7 September 2015 gempa yang teridentifikasi di seismograf Pos PGA Slamet, terdiri dari; Gempa Hembusan dan Gempa Tektonik. Sedangkan nilai Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) sudah menurun. (Lampiran 1 dan 2).
2.3. DEFORMASI
Pengukuran deformasi G. Slamet dilakukan dengan peralatan tiltmeter, yang stasiunnya berada di Bambangan (4,5 km di Timur puncak G. Slamet) dan di Bukit Cilik (5,5 km di Utara puncak G. Slamet).
Hasil pengamatan tiltmeter kontinyu:
2.4 GEOKIMIA
Pemantauan geokimia berupa pengukuran suhu mata air panas yang terdapat di Barat Laut kaki G. Slamet (Guci).
III. KESIMPULAN
IV. REKOMENDASI
Sehubungan dengan G. Slamet dalam tingkat aktivitas Level I (Normal), maka kami rekomendasikan:
Lampiran 1 :
Statistik Kegempaan G. Slamet
Kegempaan vulkanik s.d 7 September 2015, gempa yang teridentifikasi di seismograf Pos PGA Slamet, terdiri dari; Gempa Hembusan dan Gempa Tektonik.

Lampiran 2 :
Nilai Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) s.d 7 September 2015 sudah menurun.

Lampiran 3:
Deformasi Tiltmeter G. Slamet
Hasil pengamatan tiltmeter kontinyu di stasiun Bambangan s.d 7 September 2015 komponen sumbu Y (radial) cenderung turun (deflasi), sedangkan komponen sumbu X (tangensial) cenderung datar. Pada tiltmeter kontinyu stasiun Cilik s.d 7 September 2015, baik komponen sumbu Y (radial) maupun komponen sumbu X (tangensial) cenderung datar.


Lampiran 4:
Pengukuran Suhu Mata Air Panas Menggunakan Thermocouple
Mata air panas di Guci diukur secara berkala dengan Thermocouple ada tiga lokasi, dan hasil pengukuran suhu terakhir pada tanggal 21 Agustus 2015, pada periode 1 Februari 2015 – 7 April suhu yang terukur yaitu: suhu MAP Pandansari 41,6-44,6o C, suhu MAP Pengasihan 51,1-52,6o C, dan suhu MAP Sicaya 60,8-61,8o C. Suhu MAP yang diukur dalam periode 1 Januari 2014 – 28 Oktober 2014 berfluktuasi, namun setelah awal bulan November 2014 hingga 7 September 2015 suhu MAP tersebut mempunyai kecenderungan datar walaupun berfluktuasi.

I. pendahuluan
Gunungapi Slamet (G. Slamet) adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3432 mdpl. Secara administratif G. Slamet masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis puncak G. Slamet terletak pada posisi 7o 14' 30" Lintang Selatan dan 109o 12' 30" Bujur Timur.
Pada tanggal 10 Maret 2014 tingkat aktivitas G. Slamet dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Kemudian pada tanggal 30 April 2014 tingkat aktivitas G. Slamet dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dan tanggal 12 Mei 2014 diturunkan kembali menjadi Level II (Waspada). Tanggal 12 Agustus 2014 tingkat aktivitas G. Slamet dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), dan tanggal 5 Januari 2015 tingkat aktivitas G. Slamet di turunkan menjadi Level II (Waspada). Pemantauan secara kontinyu terus dilakukan dari Pos PGA G. Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan metoda visual, seismik, deformasi, dan geokimia.
II. PENGAMATAN
2.1. VISUAL
- Mei 2015, cuaca cerah-mendung, angin tenang, hujan gerimis - deras. Gunung jelas – tertutup kabut, pada saat tampak jelas teramati hembusan asap, putih tipis - tebal, tinggi asap 50 – 700 meter di atas puncak.
- Juni 2015, cuaca cerah-mendung, angin tenang, 6 kali hujan gerimis - deras. Gunung jelas – tertutup kabut, pada saat tampak jelas teramati hembusan asap, putih tipis - tebal, tinggi asap 50 – 600 meter di atas puncak.
- Juli 2015, cuaca cerah-mendung, angin tenang, 7 kali hujan gerimis - deras. Gunung jelas – tertutup kabut, pada saat tampak jelas teramati hembusan asap, putih tipis - tebal, tinggi asap 50 – 700 meter di atas puncak.
- 1 - 24 Agustus 2015, cuaca cerah, angin tenang. 1 kali hujan gerimis, Gunung jelas – tertutup kabut, pada saat tampak jelas teramati hembusan asap, putih tipis - tebal, tinggi asap 25 – 800 meter di atas puncak.
- 1 – 7 September 2015, cuaca cerah-mendung, angin tenang, 1 kali angin kencang, hujan nihil, Gunung jelas – tertutup kabut, pada saat tampak jelas teramati hembusan asap, putih tipis - tebal, tinggi asap 50 – 600 meter di atas puncak.
2.2. KEGEMPAAN
- Mei 2015, Terekam 21356 kali Gempa Hembusan dengan amplituda 2-20 mm dan lama gempa 10-170 detik, 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda 18-24 mm, S-P 12-14 detik dan lama gempa 45-165 detik. 4 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda 10-32 mm, S-P 8,7-10 detik dan lama gempa 50-160 detik.
- Juni 2015. Terekam 12076 kali gempa Hembusan dengan amplituda 2-20 mm dan lama gempa 15-120 detik. 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplitude 40 mm dan Lama gempa 85 detik.
- Juli 2015. Terekam 27711 kali gempa Hembusan dengan amplituda 3-26 mm dan lama gempa 15-200 detik.
- Agustus 2015. Terekam 19955 kali gempa Hembusan dengan amplituda 3-35 mm dan lama gempa 5-140 detik.
- 1 – 7 September 2015. Terekam 162 kali gempa Hembusan dengan amplituda 2-10 mm dan lama gempa 10-75 detik.
Sampai dengan 7 September 2015 gempa yang teridentifikasi di seismograf Pos PGA Slamet, terdiri dari; Gempa Hembusan dan Gempa Tektonik. Sedangkan nilai Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) sudah menurun. (Lampiran 1 dan 2).
2.3. DEFORMASI
Pengukuran deformasi G. Slamet dilakukan dengan peralatan tiltmeter, yang stasiunnya berada di Bambangan (4,5 km di Timur puncak G. Slamet) dan di Bukit Cilik (5,5 km di Utara puncak G. Slamet).
Hasil pengamatan tiltmeter kontinyu:
- Stasiun Bambangan, dalam periode Agustus – 7 September 2015 komponen sumbu Y (radial) cenderung turun (deflasi) sedangkan komponen sumbu X (tangensial) relatif datar.(Lampiran 3)
- Stasiun Cilik, dalam periode pertengahan Agustus – 7 September 2015, baik pada komponen sumbu Y (radial) maupun komponen sumbu X (tangensial) cenderung datar. (Lampiran 3)
2.4 GEOKIMIA
Pemantauan geokimia berupa pengukuran suhu mata air panas yang terdapat di Barat Laut kaki G. Slamet (Guci).
- Mata air panas di Guci diukur secara berkala dengan Thermocouple ada tiga lokasi, dan hasil pengukuran suhu terakhir pada tanggal 23 Agustus 2015, pada periode 1 Februari 2015 – 23 Agustus suhu yang terukur yaitu: suhu MAP Pandansari 41,6-44,6o C, suhu MAP Pengasihan 51,1-52,6o C, dan suhu MAP Sicaya 60,8-61,8o C. Suhu MAP yang diukur dalam periode 1 Januari 2014 – 28 Oktober 2014 berfluktuasi, namun setelah awal November 2014 hingga 7 September 2015 suhu MAP tersebut mempunyai kecenderungan datar walaupun berfluktuasi. (Lampiran 4)
III. KESIMPULAN
- Berdasarkan analisis data pengamatan visual maupun instrumental, aktivitas vulkanik G. Slamet sudah menurun.
- Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya, maka tingkat aktivitas G. Slamet diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung Tanggal 8 September 2015 Pukul 17:00 WIB.
IV. REKOMENDASI
Sehubungan dengan G. Slamet dalam tingkat aktivitas Level I (Normal), maka kami rekomendasikan:
- Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan berada/berkemah di kawah dan puncak G. Slamet.
- Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Lampiran 1 :
Statistik Kegempaan G. Slamet
Kegempaan vulkanik s.d 7 September 2015, gempa yang teridentifikasi di seismograf Pos PGA Slamet, terdiri dari; Gempa Hembusan dan Gempa Tektonik.
Lampiran 2 :
Nilai Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) s.d 7 September 2015 sudah menurun.
Lampiran 3:
Deformasi Tiltmeter G. Slamet
Hasil pengamatan tiltmeter kontinyu di stasiun Bambangan s.d 7 September 2015 komponen sumbu Y (radial) cenderung turun (deflasi), sedangkan komponen sumbu X (tangensial) cenderung datar. Pada tiltmeter kontinyu stasiun Cilik s.d 7 September 2015, baik komponen sumbu Y (radial) maupun komponen sumbu X (tangensial) cenderung datar.
Lampiran 4:
Pengukuran Suhu Mata Air Panas Menggunakan Thermocouple
Mata air panas di Guci diukur secara berkala dengan Thermocouple ada tiga lokasi, dan hasil pengukuran suhu terakhir pada tanggal 21 Agustus 2015, pada periode 1 Februari 2015 – 7 April suhu yang terukur yaitu: suhu MAP Pandansari 41,6-44,6o C, suhu MAP Pengasihan 51,1-52,6o C, dan suhu MAP Sicaya 60,8-61,8o C. Suhu MAP yang diukur dalam periode 1 Januari 2014 – 28 Oktober 2014 berfluktuasi, namun setelah awal bulan November 2014 hingga 7 September 2015 suhu MAP tersebut mempunyai kecenderungan datar walaupun berfluktuasi.